Refleksi HUT Kota Prabumulih ke-22, Jaga Marwah Kota Migas dan Kota Nanas
Suasana agrowisata nanas di Karang Jaya, Prabumulih. Foto : IST--
Gaungkan Nanas Hingga Go Internasional
Tak hanya sekadar slogan belaka, julukan Prabumulih sebagai kota nanas dan sebagai Kota Migas terus dipertahankan oleh Pemerintah Kota Prabumulih.
Dimana, di atas 90 persen warga kota Prabumulih sudah menikmati gas kota dan Pemkot Prabumulih terus berupaya mengekspor serat daun nanas hingga ke Singapura.
Pengelolaan serat daun nanas juga berhasil mendongrak perekonomian para petani dan anggota yang tergabung dalam Koperasi Produsen Miwa Pineapple yang beralamat di Jalan Belitung, Prabumulih Timur, Kota Prabumulih.
Selama tahun 2022 mereka berhasil mengekspor serat nanas halus sebanyak 300 kg ke luar Negeri dan 200 kg di dalam Negeri.
Dengan demikian, Koperasi Produsen Miwa Pineapple Kota Prabumulih berhasil menjual 500 kg serat nanas halus sepanjang tahun 2022. "Alhamdulillah, tahun 2022 lalu kita berhasil menjual 500 kg serat nanas halus," ujar Bendahara Koperasi Produsen Miwa Pineapple Kota Prabumulih, Sudarusman, beberapa waktu lalu.
Sudarusman mengatakan, Koperasi Produsen Miwa Pineapple Kota Prabumulih ini baru mempunyai dua anak binaan. Masing-masing berada di Sungai Medang dan Kayu Ara daerah Ogan Komering Ilir.
Dalam penjualan serat nanas halus, Koperasi Produsen Miwa Pineapple Kota Prabumulih menjual dengan harga Rp150 ribu/kg untuk lokal dan Rp180ribu/kg untuk kualitas ekspor.
Sementara, kelompok Tani Tunas Jaya di Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih. Mereka siap membeli daun nanas dari para petani yang dulunya hanya dibuang dan tak dimanfaatkan.
"Kita siap membeli daun nanas dari petani. Bisa kita jemput maupun langsung diantar," ujar owner kelompok Tani Tunas Jaya, Fitri Yanti.
Bahkan, berkat keseriusan Pemerintah, daun nanas yang dulunya tak berharga, bisa dijual di tingkat petani seharga Rp500/kg jika diambil sendiri dan kalau petaninya langsung mengantar ke pihaknya dihargai Rp800/kg.
Masih kata Fitri, UMKM Kelompok Tani Tunas Jaya mengolah daun nanas menjadi serat daun nanas. Hasil UMKM Kelompok Tani Tunas Jaya tidak hanya menjual didalam negeri tetapi juga mengekspor keluar negeri.
Dalam kesempatan itu pula, dia mengajak para Petani nanas di Kota Prabumulih untuk ikut dalam bisnis serat daun nanas. "Kalau para Petani berminat atau berkeinginan membuat serat nanas, ayo kita mulai. Karena sekarang ini tempat pemasarannya banyak," ajaknya.
Berbeda dengan dua kelompok tani yang mengelola serat daun nanas. Di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih terbentang luas hamparan kebun nanas.
Diberi nama Agrowisata nanas, kebun nanas yang diresmikan pada bulan Februari 2023 dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Hasnul Qolbi itu sudah banyak membantu perekonomian anggota UMKM Karya Muda dan kelompok Tani Karya Muda.