Viral Di Medsos Ada Ojol Hanya Dapat THR Rp 105, Warganet: Ini Bukan Tunjangan, Tapi Penghinaan

THR ojol tahun ini bikin kecewa! Beredar di medsos ada mitra yang hanya terima Rp 105, cukup buat apa? Foto: ilustrasi novis/sumateraekspres.id--
SUMATERAEKSPRES.ID – Harapan para pengemudi ojek online (ojol) untuk mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) yang layak seolah pupus setelah viral di media sosial besaran THR yang mereka terima.
Sejumlah mitra pengemudi mengungkapkan kekecewaan mereka setelah mengetahui jumlah THR atau Bonus Hari Raya (BHR) yang diberikan aplikator ride hailing, yang dalam beberapa kasus, hanya mencapai angka yang sangat kecil, bahkan tidak sampai Rp 1.000.
Di platform media sosial X, seorang pengemudi membagikan tangkapan layar yang menunjukkan bahwa ia hanya menerima BHR sebesar Rp 105.
"ATENSI KHUSUS dari Pemerintah langsung membuahkan HASIL… THR dari GOJEK untuk para driver SUDAH CAIR. Ayo bang @Gojekmilitan dan semua Ojol… Ucapkan terima kasih ke pak @prabowo… Dapat THR, Mayan BUAT BAYAR TOILET waktu perjalanan mudik," tulis akun @Ar*****aki dengan nada sindiran.
BACA JUGA:Ketua DPD ADO Sumsel Desak Aplikator Segera Realisasikan Bonus Hari Raya untuk Driver Ojol
BACA JUGA:Ojol Kehilangan Motor Saat Ambil Pesanan Makanan di Palembang
Postingan ini pun langsung menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang merasa nominal THR tersebut tidak masuk akal dan sebagai penghinaan.
"THR segini? Buat bayar WC umum saja masih nombok," ujar akun @Nawa*******oni. Bahkan, ada pengemudi lain yang mengaku hanya mendapatkan Rp 93.
Sementara itu, di kolom komentar, banyak pengemudi lain yang turut membagikan jumlah BHR yang mereka peroleh.
Ada yang menerima Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, hingga Rp 900 ribu. Namun, ketimpangan ini semakin menegaskan bahwa sistem pemberian THR untuk mitra ojol sangat jauh dari kata merata.
BACA JUGA:Hubungan Kemitraan, Bukan Hubungan Kerja, Soal Ojol-Taksol Tuntut THR
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menekankan pentingnya pemberian THR kepada pengemudi ojol.
Namun, realisasi di lapangan justru menunjukkan fakta yang mengecewakan. Aplikator beralasan bahwa besaran THR dihitung berdasarkan performa mitra pengemudi.