Keajaiban Salat Dhuha: Ringan Dilaksanakan, Berlimpah Pahala dan Keberkahan Dunia Akhirat

AFDHOL: Berapa rakaat Salat Dhuha yang afdhol? Ini Kata Para Ulama. Foto: menaramasjid--
1. Niat di dalam hati untuk melaksanakan salat Dhuha.
2. Membaca Surah Al-Fatihah dan surah pendek pada setiap rakaat. Disarankan untuk membaca Surah Asy-Syams pada rakaat pertama dan Surah Ad-Duha pada rakaat kedua.
3. Menyelesaikan salat dengan tuma’ninah dan khusyuk, serta diakhiri dengan doa khusus salat Dhuha.
Doa Setelah Salat Dhuha
Setelah melaksanakan salat Dhuha, dianjurkan untuk membaca doa yang sesuai dengan amalan ini:
"Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu-Mu, keagungan adalah milik-Mu, keindahan adalah rahmat-Mu, kekuatan adalah milik-Mu, dan perlindungan adalah milik-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, maka turunkanlah. Jika di bumi, keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Dengan keberkahan waktu Dhuha-Mu, karunia-Mu, dan keindahan-Mu, karuniakanlah aku sebagaimana Engkau mengaruniakan hamba-hamba-Mu yang saleh."
Salat Dhuha dapat dilaksanakan dengan jumlah rakaat yang fleksibel, minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat, sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan seseorang. Berikut penjelasan tentang jumlah rakaat yang dianjurkan:
1. Minimal 2 Rakaat
Pelaksanaan dua rakaat salat Dhuha sudah mencukupi sesuai dengan sunnah. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:
"Setiap pagi, setiap persendian salah seorang dari kalian wajib disedekahi… dan semua itu dapat diganti dengan melaksanakan dua rakaat salat Dhuha."
(HR. Muslim).
2. 4 Rakaat atau Lebih
Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk melaksanakan salat Dhuha dengan jumlah yang lebih banyak jika mampu. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
"Wahai anak Adam, janganlah engkau malas mengerjakan empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku akan mencukupkan kebutuhanmu sepanjang hari."
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).