Setop Impor, Berdampak Harga Beras Dunia

Arief Prasetyo Adi-foto: ist-
JAKARTA, SUMATERAEKSPRES.ID - Rencana Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk memberhentikan impor beras disinyalir akan berdampak besar kepada penurunan harga beras di pasar internasional.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengungkap, saat ini saja, harga beras dari beberapa negara sudah turun mulai dari USD 640 per metrik ton, dan kembali turun ke USD 590 sampai USD 490 usai kebijakan tersebut diumumkan. "Ternyata kebijakan tersebut turut memicu harga beras di pasar dunia turun," ujar Arief dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan Provinsi Banten bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan pihak terkait lainnya di Pendopo Gubernur, Serang, Banten, Jumat (10/1) lalu.
Berdasarkan data The FAO All Rice Price Index (FARPI), Indeks pada bulan Desember 2024 menurun 1,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 119,2 poin. Tapi jika dilihat setahun penuh, rata-rata indeks FARPI di 2024 masih lebih tinggi 0,8 persen dibandingkan tahun 2023.
Artinya kata Arief, harga beras di dunia turun, namun harga petani Indonesia bisa disesuaikan lebih baik lagi, menjelang panen raya tahun ini. "Sekali lagi terima kasih kebijakan kepada petani Indonesia," tuturnya.
BACA JUGA:Tom Lembong Jadi Tersangka Impor Gula, Ini Perjalanan Kasusnya!
BACA JUGA:Update Neraca Perdagangan Sumsel: Ekspor Turun Tipis, Impor Melonjak Signifikan
Kesejahteraan petani padi kata dia, bisa terlihat dari perkembangan indeks Nilai Tukar Petani Pangan (NTPP). Diuraikannya, NTPP di Februari 2024 yakni 120,30 menjadi paling tinggi dibandingkan NTPP bulan-bulan sebelumnya selama 5 tahun terakhir
NTPP pada bulan Desember 2024 pun cukup baik dengan masih menorehkan lebih dari 100 dengan angka 108,90. Sedangkan, kondisi di hilir juga cukup baik dengan inflasi yang terus dijaga dan dikendalikan pemerintah.
Tingkat inflasi umum secara tahunan pada tahun 2024 menjadi yang terbaik sejak tahun 1958 dengan raihan 1,54 persen. Dikatakannya, terkendalinya tingkat inflasi menurut Badan Pusat Statistik (BPS), salah satunya dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas pangan yang lebih stabil selama 2024 dalam 2 tahun terakhir.
Pihaknya ingin terus membentuk ekosistem pangan yang ideal. Sedangkan di hulu, petani Indonesia terus berproduksi dan memperoleh harga yang baik.
"Dan di hilir pun inflasi pun terkendali dengan baik," tutup Arief.
BACA JUGA:Impor Beras-Karet Dongkrak Penerimaan Negara
BACA JUGA:Siap-siap, RI Bakal Terapkan Pajak Hingga 200% untuk Barang Impor dari China
Berdasarkan data perkembangan harga beras putih 5 persen (Free on Board) dari beberapa negara yang dihimpun tim Bapanas, nampak rata-rata harga beras dari Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar pada Januari 2024 berada di rentang harga USD 622 sampai 655 per metrik ton. Kemudian pertangg 19 Desember 2024 yang merupakan momen setelah pengumuman stop impor beras Indonesia, juga mulai menurun di rentang USD 455 sampai 514 per metrik ton.