https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Food Court Miliaran Terbengkalai, Sudah 3 Tahun Selesai Dibangun, Nihil Penyewa

TERBENGKALAI: Suasana sepi di kawasan foof court yang dibangun menghabiskan dana miliaran rupiah. Tak ada pelaku UMKM yang berminat memanfaatkan tempat ini untuk berjualan.-foto: nisa/sumeks-

KAYUAGUNG, SUMATERAEKSPRES.ID - Hampir tiga tahun sudah food court selesai dibangun Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Kabupaten OKI. Pengelolaannya  diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI.

Namun, hingga saat ini belum difungsikan. Padahal anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan food court ini mencapai miliaran rupiah. Sayangnya, tak ada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di OKI yang berminat menyewanya.

Ambar pedagang kaki lima di Taman Segitiga Emas Kayuagung mengaku, food court itu sekarang dijadikan warga tempat beristirahat saja. "Sayang sekali. Bagian dalamnya juga sudah ada yang rusak," katanya, kemarin (27/12).

Dulum food court itu sempat dijadikan tempat berjualan takjil oleh pedagang. Ketika itu, aktivitas jual beli di sana dibuka langsung Pj Bupati OKI. Tapi setelah itu sepi kembali. Entah mengapa tidak ada yang berminat untuk menyewanya.

BACA JUGA:Minim UMKM, Plafon Jebol, Food Court Sepi Peminat

BACA JUGA:Gratiskan Sewa 2 Bulan, Food Court Taman Segitiga Emas Kayuagung

Informasinya, food court itu tak diminati karena sewa lapaknya mahal. Dalam setahun Rp8,9 juta. Pj Bupati OKI sempat memberikan keringanan bagi yang menyewa, di bulan pertama gratis.

Dengan kondisi sekarang, sangat disayangkan jika terus dibiarkan karena akan semakin terbengkalai. Plafon sudah ada yang ambruk. Tempat cuci tangan dijadikan pengunjung untuk baung sampah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Ahmadin Ilyas, menyebut, hingga saat ini belum ada yang berniat  untuk menyewanya food court itu lagi. Sempat ada calon penyewa yang mendaftar."Tapi mereka belum ada yang menyetor uang sewanya," beber dia.

Tahun depan (2025), keberadaan food court ini akan dipromosikan lagi. Sementara,  pemeliharaan fisik tempat itu masih menjadi tanggung jawab Dinas Perkim. “Mungkin mereka belum ada anggaran, jadi kemungkinan baru tahun depan diperbaiki. Sedangkan untuk anggaran perawatan dikembalikan ke Disdupar OKI,” tukasnya.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan