
Suharti menyebutkan bahwa Kemendikdasmen telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi situasi ini. Beberapa rencana yang diajukan antara lain:
- Mengubah skema pelaksanaan kegiatan secara daring untuk menghemat anggaran.
- Mengusulkan pembukaan blokir atau penambahan anggaran untuk program-program prioritas yang terdampak.
- Usulan tambahan anggaran sebesar Rp 19,7 triliun untuk mencapai target sasaran program.
- Memperkenalkan mekanisme kerja yang lebih efisien bagi pegawai.
BACA JUGA:Program Dapur Mau Sekolah Bergulir, TNI Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan
Pagu Program yang Terkena Efisiensi Anggaran
Berikut ini adalah rincian pagu program yang mengalami pengurangan anggaran:
1. Pagu Kemendikdasmen:
- Alokasi awal: Rp 33,545 triliun
- Efisiensi: Rp 7,272 triliun
- Pagu setelah efisiensi: Rp 26,273 triliun
BACA JUGA:Pengumuman: Tunjangan Sertifikasi Cair Sebelum Lebaran: Ini Besarannya
2. Program Wajib Belajar 13 Tahun:
- Alokasi awal: Rp 10,309 triliun
- Efisiensi: Rp 324,728 miliar
- Pagu setelah efisiensi: Rp 9,985 triliun Meskipun mengalami pengurangan, program ini masih dapat dipertahankan sebagian karena meliputi Program Indonesia Pintar.