Jagung Diserang Ulat, Petani Terpaksa Tambah Biaya Pengeluaran
Kanit Binmas Polsek Lempung Jaya, Iptu Al Hafiz, ungkap serangan ulat pada jagung akibat hujan tinggi. Penyemprotan hama jadi solusi meski tambahkan biaya pemeliharaan petani. Foto:Nisa/Sumateraekspres.id--
KAYUAGUNG, SUMATERAEKSPRES.ID – Serangan hama ulat yang memakan batang jagung menambah beban ekonomi petani di Kecamatan Lempung Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Insiden ini terjadi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu, dengan hujan intensitas tinggi yang menyebabkan perkembangan hama lebih pesat.
Sebagai upaya untuk mengatasi masalah ini, petani harus menambah biaya pengeluaran untuk perawatan tanaman jagung.
Kanit Binmas Polsek Lempung Jaya, Iptu Al Hafiz, yang memantau situasi di lapangan, mengungkapkan bahwa hasil pengecekan menunjukkan banyaknya serangan ulat yang menyerang batang tanaman jagung.
BACA JUGA:Cukup Scroll HP, Dapat Saldo DANA Gratis, Ikuti Caranya!
“Penyebabnya adalah intensitas hujan yang tinggi, namun masyarakat sudah mengantisipasi dengan melakukan penyemprotan hama secara maksimal,” jelasnya, Rabu (12/3).
Serangan hama ulat ini memaksa petani untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk pemeliharaan tanaman jagung.
“Karena adanya serangan ulat, petani harus menambah pengeluaran untuk penyemprotan hama, agar tanaman jagung tetap terjaga dari kerusakan,” tambah Iptu Al Hafiz.
Petani melakukan penyemprotan pestisida untuk membasmi ulat yang menyerang tanaman jagung. Jagung tersebut ditanam di atas lahan milik masyarakat seluas 25 meter x 25 meter.
BACA JUGA:Mahasiswi di Palembang Tertipu Jutaan Rupiah, Modus Joki Tugas Terungkap
BACA JUGA:Perbandingan Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza: Mana yang Lebih Cocok untuk Mudik Lebaran?
Kegiatan pemeliharaan tanaman ini dilakukan secara rutin untuk memastikan hasil panen tetap optimal.
Harapan besar kini terpatri di hati para petani, agar hasil panen jagung nantinya dapat sesuai dengan harapan, dan seluruh petani dapat merasakan manfaatnya.
