Seni Beladiri Tradisional Khas Sumsel
BELADIRI: Seni bela diri di Indonesia cukup beragam salah satunya Kuntau (atas) dan Pencak Silat.-foto: yudi/nisa/sumeks-
BACA JUGA:Makna Mendalam Naga dalam Budaya Tionghoa: Simbol Kekuasaan dan Keberuntungan
BACA JUGA:Ini Daftar Warisan budaya Indonesia yang Pernah Dikalim oleh Negara Jiran Malaysia
Diakuinya bela diri tradisional ini pertama kali muncul di wilayah Banyuasin di Pangkalan Balai oleh Muhammad Solihin bin Somad, dan diwariskan cucunya yang bernama Maidi bin Zainal Arifin.
Kemudian "Sholihin" dalam namanya berasal dari bahasa Arab yang artinya "orang yang saleh atau benar." Ini mencerminkan filosofi bahwa seni bela diri bukan hanya sekadar keterampilan fisik, tetapi juga perpaduan dengan nilai-nilai moral dan spiritual.
Para ahli seni bela diri yang mempraktikkan Kuntau Sholihin diwariskan bukan hanya teknik bertarung, tetapi juga ajaran-ajaran keagamaan yang mendalam.
Kuntau Sholihin, berbeda dengan yang lain yaitu tendangannya sejajar, dan ciri khas senjata kuntau sholihin bersih cabang/trisula dan tembung (toya).
Sementara itu, pencak silat merupakan salah satu olahraga tradisional asal Kabupaten OKI yang terus dilestarikan hingga kini. Bahkan Pencak silat tradisional seri g ditampilkan saat acara pernikahan di daerah Komering Tanjung Lubuk Kabupaten OKI.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Ahmadin Ilyas mengungkapkan, seni beladiri ini ditampilkan untuk menghormati para keluarga kedua mempelai yang akan menjadi besan. "Biasanya sambutannya akan riuh karena tamu dan undangan yang datang ingin melihat langsung atraksi pencak silat ini,"terangnya.
BACA JUGA:Qur’an Kemenag Hadirkan Terjemah Bahasa Daerah, Perkuat Koneksi Umat dan Budaya Lokal
BACA JUGA:Keindahan dan Kelangkaan Ikan Belida, Simbol Kekayaan Sungai Musi dan Warisan Budaya
Di OKI ada sebuah perguruan besar yang berpusat di Dabuk Rejo Kecamatan Lempuing bernama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Terpisah , Pj Sekda OKI merasa bangga karena banyak para pesilat yang ada di kabupaten OKI menduduki posisi jabatan di pemerintahan baik di legislatif maupun eksekutif. “Bahkan saya sendiri juga lahir menjadi seorang pesilat," pungkasnya.
