https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Hotman Paris Fokus Kawal Kasus Penembakan 3 Polisi, Tak Akan Campuri soal Isu Setoran Sabung Ayam

KAWAL KASUS: Hotman Paris dan Tim Hotman 911, bersama putri dan kakak AKP Anumerta Lusiyanto, dan ibunda Briptu Anumerta M Ghalib, akan mengawal kasus penembakan 3 anggota Polri di Way Kanan. FOTO: DODY/SUMEKS--

JAKARTA, SUMATERAEKSPRES.ID - Beberapa jam sebelum Tim Joint Investigation mengumumkan tersangka di Mapolda Lampung, pengacara Hotman Paris Hutapea menggelar konferensi pers di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (25/3).

Hotman 911 akan mengawal kasus penembakan yang merenggut nyawa 3 anggota Polri oleh oknum TNI saat penggerebekan sabung ayam di  Lampung.

BACA JUGA: Gali Fakta dan Informasi, Kompolnas Temui Keluarga Polisi Tewas Ditembak Gerebek Judi Sabung Ayam di Lampung

BACA JUGA:Inilah Hasil Lengkap Autopsi Tiga Polisi Lampung yang Gugur Ditembak Saat Gerebek Sabung Ayam

Namun pengacara nyentrik itu menyesalkan, istri AKP Anumerta Lusiyanto dan istri Aipda Anumerta Petrus Apriyanto, ‘dihalangi’ hadir ke Jakarta.

Padahal keduanya sudah siap berangkat. “Alasannya karena Kapolri mau datang (ke Lampung) hari Rabu," ucap Hotman.

Meski begitu, tetap hadir keluarga dari AKP Anumerta Lusiyanto. Yakni putrinya, Sabila Aina Sulistia. Dan kakak perempuan AKP Anumerta Lusiyanto, Parwati. 

Kemudian hadir juga dari Lampung, Suryadina ibu dari Briptu Anumerta M Ghalib Surya Ganta.

“Saya sangat memohon bantuan hukum dari Hotman Paris beserta Tim Hotman 911 agar dapat mengawal kasus kami yang terjadi di wilayah Polres Way Kanan, Polda Lampung, sampai kami mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya,” ucap Sabila Aina Sulistia, berderai air mata.

“Dikarenakan sampai hari ini (Selasa pagi), para pelaku yang sudah jelas mengakui perbuatannya belum juga ditetapkan sebagai tersangka," tambahnya, dalam konferensi pers bersama Hotman Paris Hutapea. Apalagi dia sudah setahun tidak bertemu ayahnya. Begitu bertemu, saat autopsi jenazah ayahnya.

Parwati, pun menambahkan bahwa setiap hari selalu menunggu kapan kasus ini ada kejelasan. “Kami bingung mengadu serta untuk mencari keadilan adik kami.

Sedangkan adik saya itu polisi, sudah bertugas  31 tahun dan adik saya miskin, dia sangat berjuang untuk keluarganya,” ucapnya menyeka air mata pakai kertas tisu.

Sementara itu, Suryadina, ibu dari Briptu Anumerta Ghalib Surya Ganta, juga meminta pendampingan hukum agar mendapatkan keadilan.

Dan pembunuhan tragis itu telah menghancurkan masa depan anaknya yang baru menjalani karier sebagai polisi beberapa tahun terakhir. “Sudah sembilan hari kepergian anak saya, belum ada kejelasan apa pun,” tutur Suryadina.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan