https://sumateraekspres.bacakoran.co/

PBNU Wacanakan Konferwil Ulang PWNU Sumsel, Gus Amu Digadang Maju Sebagai Kandidat Kuat

PBNU tinjau ulang hasil Konferwil PWNU Sumsel, muncul nama Gus Amu sebagai kandidat potensial. Foto: dian/sumateraekspres.id--

SUMATERAEKSPRES.ID - Hasil konferwil PWNU Sumsel telah menetapkan ketua terpilih, yaitu Kiyai Muflihul Hasan.

Kemenangan Kiyai Muflihul Hasan melawan kandidat lain Kiyai Hendra Zainuddin didapat dengan melalui 2 putaran.

Pada putaran pertama Kiyai Hasan memperoleh suara 9 suara, sedangkan Kiyai Hendra hanya 8 suara.

Pada putaran kedua, Kiyai Hasan memperoleh 11 sura dan Kiyai Hendra hanya 6 suara. Dengan keputusan tersebut, dapat dipastkan bahwa Kiyai Hasan sebagai ketua PWNU Sumsel. 

BACA JUGA:Cari Pengganti Ketua PWNU Sumsel, Konsolidasi Persiapan Konfrensi Wilayah

BACA JUGA:Kesaksian Perjalanan Karir Almarhum Kyai Amiruddin Nahrawi, Berawal Jualan Cincin hingga Pimpin PWNU Sumsel

Namun, seiring dengan perkembangan yang sedang berlangsung. PBNU meninjau ulang hasil Konforwil PWNU Sumsel. Upaya yang akan diambil PBNU adalah dengan mewacanakan Konferwil lanjutan untuk menentukan ketua PWNU Sumsel. 

Senter terdengar kabar beberapa kandidat yang digadang-gadang *akan* maju dalam Konferwil Ulang PWNU Sumsel mendatang. Salah satunya tokoh Nahdliyin Sumsel yakni Ahmad Mujtaba, S.E., S.Th.I., dikenal sebagai sosok yang membawa angin segar bagi umat.

Dikenal dengan sebutan Gus Amu, ia merupakan putra ketiga dari KH. Muhammad Dainawi—yang lebih populer dengan nama KH. Gerentam Boemi—pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Haramain Al-Islami. 

Dengan latar belakang keluarga yang kuat dalam ilmu agama, Gus Amu tumbuh menjadi pribadi yang religius dan penuh kepedulian sosial.

Gus Amu menempuh pendidikan tinggi di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta untuk meraih gelar Magister Studi Islam.

BACA JUGA:Innalilahi, Ketua PWNU Sumsel Cak Amir Berpulang, Ini Peran Pentingnya dalam Pembangunan Sumsel

BACA JUGA:Kampung PWNU Harus Punya Langkah Nyata

Pendidikan formal yang kuat, ditambah dengan pengalaman di lingkungan pesantren, membentuk karakter serta kemampuan komunikasinya yang mumpuni.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan