Kenali Kusta, Hapus Stigma, Edukasi Masyarakat di Hari Kusta
Dr. Rusmawardiana, Sp.DVE, Subsp.DT. FINSDV, FAADV, dokter spesialis dermatologi di RSMH, Indonesia, menempati posisi ketiga dunia dengan kasus kusta terbanyak. Edukasi dan dukungan sangat penting untuk membantu penderita kusta hidup normal. --
BACA JUGA:PSSI Buka Peluang Pelatih Lokal untuk Bergabung dalam Timnas Senior
BACA JUGA:BEI Dorong Transparansi dan Keberlanjutan di Pasar Modal melalui ESG Reporting
Dr. Rusmawardiana menegaskan bahwa kusta bukanlah penyakit kutukan, keturunan, atau akibat dari santet.
“Kusta adalah penyakit yang dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tersedia secara gratis di Puskesmas menggunakan terapi obat Multi Drug Therapy (MDT),” ujarnya.
Namun, Dr. Rusmawardiana mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan kusta bukan hanya soal pengobatannya, tetapi juga stigma sosial yang seringkali melekat pada penderitanya.
Diskriminasi dari lingkungan sekitar, baik keluarga, masyarakat, hingga tempat kerja, membuat banyak penderita enggan mencari pengobatan dan memilih untuk menyembunyikan penyakit mereka.
BACA JUGA:Kapolres Empat Lawang Gelar Coffee Morning untuk Perkuat Kolaborasi dengan Media
Stigma yang mengakar kuat terhadap penderita kusta lebih sulit diatasi dibandingkan penyakit itu sendiri.
Dampaknya tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik penderita, tetapi juga pada kesehatan mental dan kualitas hidup mereka.
Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk merubah pandangan negatif tersebut.
Dr. Rusmawardiana mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung penderita kusta, agar mereka merasa diterima dan tidak terisolasi.
BACA JUGA:Wacana WFA di Libur Nyepi dan Idulfitri: Langkah Cerdas Menhub untuk Redakan Kepadatan Arus Mudik
BACA JUGA:Pelantikan Kepala Daerah Tahap I Akan Dilaksanakan pada 6 Februari 2025 di Istana Negara
“Dengan edukasi yang berkelanjutan seperti ini, kami berharap masyarakat lebih memahami bahwa kusta adalah penyakit yang bisa disembuhkan, dan dengan pengobatan yang tepat serta dukungan lingkungan yang positif, penderita kusta dapat menjalani kehidupan normal,” ungkapnya.
