Harga Cabai Rawit Paling “Menyengat” di Pasar Martapura Jelang Nataru
Harga cabai rawit di Pasar Martapura naik jelang Nataru hingga Rp80 ribu per kilogram, sementara bawang dan tomat justru mengalami penurunan harga.-Foto: Kholid/sumateraekspres.id-
OKU TIMUR, SUMATERAEKSPRES.ID- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), geliat harga kebutuhan pokok mulai terasa di Pasar Martapura, Kabupaten OKU Timur.
Meski aktivitas pasar belum sepenuhnya ramai, sejumlah komoditas pangan menunjukkan dinamika harga, dengan cabai menjadi yang paling “pedas” pergerakannya.
Pantauan di Pasar Martapura, Selasa 24 Desember 2025 suasana pasar tampak lebih lengang dari biasanya.
Hujan yang turun sejak pagi membuat aktivitas jual beli berjalan lambat. Beberapa lapak terlihat sepi pengunjung, sementara pedagang bertahan menunggu pembeli di balik meja dagangan mereka.
BACA JUGA:Diduga Akibat MBG Disetop Selama Libur Nataru, Harga Ayam Potong Berangsur Turun
BACA JUGA:Harga Ayam dan Cabai Turun Telur Naik Di Pasar Prumnas Sako
Genangan air di sejumlah sudut pasar membuat warga memilih berbelanja singkat atau menunda kunjungan.
Payung dan jas hujan mendominasi lorong pasar yang biasanya dipadati pembeli.
Kendati demikian, roda perekonomian tetap berputar.
Pedagang sibuk merapikan dagangan, memastikan sayuran, bawang, dan cabai tetap segar di tengah cuaca lembap. Sesekali, transaksi berlangsung cepat dengan tawar-menawar singkat.
BACA JUGA: Jelang Nataru, Harga Ayam Potong dan Telur Belum Turun
BACA JUGA:Pekarangan Rumah Jadi Sumber Rezeki, Tanam Cabai, Tak Pusing saat Harga Melonjak
Kondisi pasar yang relatif lengang justru dimanfaatkan pedagang untuk memantau pergerakan harga. Fluktuasi tercatat terjadi pada beberapa komoditas utama, khususnya cabai, bawang, dan tomat.
Namun secara umum, harga bahan pangan masih terpantau terkendali.
