Pelajar SMKN 3- MAN 2 Lubuklinggau Saling Lempar Batu, Diduga Gara-gara Latihan Basket
TENGAHI: Personel Polsek Lubuklinggau Timur langsung menengahi konflik yang terjadi siswa MAN 2 Lubuklinggau dengan SMKN 3 Lubuklinggau yang sempat hendak tawuran.-Foto : Ist-
LUBUKLINGGAU, SUMATERAEKSPRES.ID - Diduga gara-gara latihan basket, puluhan pelajar SMK Negeri 3 Lubuklinggau (STM) menyambangi MAN 2 Lubuklinggau pada Rabu (19/11) sekitar pukul 08.00 WIB. Aksi saling lempar batu di gerbang MAN 2 Lubuklinggau di Jalan Pasir, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I pun tak terelakkan.
"Memang sudah dari pagi anak SMKN 3 sudah menunggu di lorong depan sembari geber-geber motor," kata salah seorang pelajar MAN 2 Lubuklinggau.
Kemudian menurutnya, sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan pelajar SMKN 3 langsung bergerak untuk tawuran dengan berusaha masuk lewat pintu depan sekolah MAN 2. Namun ternyata di jam tersebut pihak sekolah telah menutup pintu gerbang sekolah, sehingga puluhan pelajar SMKN 3 tertahan di luar. "Jadi sempat ada lempar-lemparan batu. Dari kami (pelajar MAN 2) ada yang kena kepala, dari mereka (pelajar SMKN 3) juga ada yang kena," ujarnya.
Beruntung aksi tawuran tersebut tidak sampai meluas. Pasalnya Polisi yang mendapatkan informasi adanya aksi tawuran pelajar, langsung meluncur ke lokasi dan berhasil diredam dengan mengamankan puluhan pelajar sekaligus diberikan peringatan.
BACA JUGA:Motor Dirusak Usai Tawuran, Pelaku Sempat Minta Tebusan Rp2 Juta
BACA JUGA:Polres Prabumulih Gagalkan Balap Liar dan Tawuran di Jalan Jenderal Sudirman, Amankan Senjata Tajam
Waka Kesiswaan MAN 2 Lubuklinggau, Joharudin mengatakan insiden itu berawal dari club basket yang berlatih di Taman Olah Raga Silampari (TOS). Karena TOS direnovasi, jadi mereka diajak pelatihnya untuk berlatih di SMKN 3 Lubuklinggau. Mungkin ada miss komunikasi atau seperti apa sehingga terjadilah adu argumen, saling ketersinggungan.
"Mereka anak-anak STM itu merasa gurunya dibentak-bentak, direndahkan sehingga mereka tidak terima dan mereka pun menyebarkan informasi tersebut ke teman-teman lain di WA grub," jelasnya.
Diakui dia, niat awal dari pihak STM itu pukul 09.00 WIB mau ke sini dengan anak-anak yang mengalami kejadian saat itu. Namun di luar dugaan, mendapat info gurunya dihina, sejumlah anak ada yang tersulut emosi sehingga sebelum jam 9 mereka langsung datang ke sekolah. "Kami tadi lagi mengajar, tiba-tiba sudah terjadi aksi saling lempar batu dan barang lain," ujarnya.
Dengan kejadian ini pihaknya menelpon pihak Polres dan Babin, dengan cepat mereka pun langsung datang. Sehingga insiden ini tidak melebar ke mana-mana, bisa diselesaikan oleh aparat. "Kalau yang terluka dari kedua belah pihak itu ada tapi dikit, terkena di kepala dan kakinya, luka ringan saja," jelasnya.
BACA JUGA:Amankan 10 Remaja, Diduga Hendak Tawuran, Polisi Amankan 2 Celurit
BACA JUGA:Remaja di Tanjung Menang Diduga Hendak Tawuran, Warga Resah Lantaran Ada yang Bawa Celurit
Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Rodiman mengatakan, aksi itu terjadi antarsiswa MAN 2 Lubuklinggau dengan SMKN 3 Lubuklinggau. "Kejadian itu sekitar pukul 08.00 WIB pagi, aksi itu diduga akibat ketersinggungan antar sesama pelajar," jelasnya.
Untuk pelajar sudah dipulangkan ke sekolah mereka dan sudah diselesaikan oleh guru mereka masing-masing. "Persoalan sudah selesai dan sudah bertemu dengan guru mereka, tadi juga sudah dimediasi," jelasnya.
