Harapan yang Tertunda, Warga Duspra Kecewa Pembebasan Lahan Jalan Sudirman Batal Tahun Ini
Warga Dusun Prabumulih menuntut kejelasan terkait pembebasan lahan Jalan Jenderal Sudirman yang batal dilakukan tahun ini. Mereka menegaskan tetap mendukung pembangunan, asalkan dilakukan secara adil dan transparan. Foto:Dian/Sumateraekspres.id--
PRABUMULIH, SUMATERAEKSPRES.ID – Rasa kecewa menyelimuti warga Dusun Prabumulih (Duspra) setelah mendengar kabar bahwa proses pembebasan lahan untuk proyek pelebaran Jalan Jenderal Sudirman kembali batal dilakukan pada tahun 2025.
Sebanyak 42 warga yang terdampak menilai pemberitaan yang beredar telah menimbulkan kesalahpahaman publik dan mencoreng nama baik mereka.
“Tidak benar jika kami disebut menolak pembangunan. Kami sepenuhnya mendukung program pemerintah kota.
Tuduhan bahwa kami tidak mendukung justru merupakan fitnah yang menyesatkan,” tegas Suharta Ucim, perwakilan warga terdampak, saat ditemui pada Sabtu (25/10/2025).
BACA JUGA:Kembangkan Siloam Health Tourism, RS Siloam Sriwijaya Dukung Program Sumsel Sehat
BACA JUGA:Waktunya Swacam! Pelanggan PLN Bisa Catat Stand Meter Sendiri Lewat Aplikasi PLN Mobile
Antusiasme Warga yang Kini Berbalik Kecewa
Suharta menjelaskan, proyek pelebaran Jalan Jenderal Sudirman sebenarnya telah lama dinantikan warga.
Harapan itu kembali tumbuh ketika Wali Kota Prabumulih H. Arlan mewacanakan kembali proyek tersebut setelah sempat terhenti di masa pemerintahan sebelumnya.
Sebagai langkah awal, pada 19 Juni 2025, pemerintah meminta warga terdampak untuk bersiap di rumah masing-masing guna dilakukan pengukuran tanah dan bangunan. Aktivitas itu membuat warga optimistis.
“Kami menganggap pengukuran itu sebagai tanda keseriusan pemerintah. Kami siap mendukung selama dilakukan dengan adil dan terbuka,” ungkapnya.
BACA JUGA:Cek Harga Honda Scoopy Bekas: Mulai Rp 10 Jutaan, Ini Faktanya!
BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Pastikan Gaji PHL Cair November, Pelantikan PPPK Digelar Serentak
Beberapa kali pengukuran lanjutan dilakukan oleh instansi teknis. Bahkan, malam harinya, Wali Kota sempat mengundang warga ke Rumah Dinas Wali Kota untuk membahas nilai ganti rugi.
Sayangnya, karena hujan deras dan banjir, pembicaraan berlangsung hingga larut malam tanpa menghasilkan keputusan final.
