Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

2 Wilayah di Prabumulih Terendam, 47 Desa Waspada

TERENDAM: Dua wilayah di Prabumulih terendam akibat hujan yang terus menerus mengguyur Bumi Seinggo Sepemunyian. FOTO: DIAN/SUMEKS--

SUMSEL, SUMATERAEKSPRES.ID - Hujan deras yang mengguyur Kota Prabumulih sejak Kamis (16/1) malam membuat dua titik kelurahan/desa di kota Prabumulih terendam.

Dua wilayah tersebut, yakni Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan dan Desa Jungai Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT).

BACA JUGA:Banjir Terjang Dua Wilayah di Prabumulih, Warga Pinggir Kelekar Resah

BACA JUGA:Irigasi Sederhana Rusak Akibat Banjir, Petani Lahat Butuh Irigasi Permanen

"Ada dua kelurahan/desa yang terendam. Kelurahan Sukaraja sebanyak 122 KK (kepala keluarga) dan Desa Jungai sebanyak 25 KK," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Prabumulih, Sriyono SH dikonfirmasi Jumat, 17 Januari 2025.

Disinggung perihal banjir di Kelurahan Payuputat? Yono, sapaan akrabnya, mengaku bahwa Payuputat sudah berangsur surut dan tidak banjir lagi. 

Sementara itu, untuk 2 kelurahan yang banjir, pihaknya bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait serta Wali Kota Prabumulih terpilih H Arlan memberikan bantuan tanggap darurat kepada warga yang terdampak.

"Banjir hari ini dikarenakan curah hujan tinggi sejak Kamis (16/1) dari pukul 21.00-24.00 WIB dan daerah yang sudah dinormalisasi kebetulan sama-sama naik jadi airnya meluap," sebutnya. 

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat yang ada di pinggir Sungai Kelekar khususnya, agar selalu waspada bila terjadi banjir dan hujan deras.

Untuk anak-anak, juga diimbau jangan main di pinggir atau di bantaran sungai. "Jika terjadi banjir, segera hubungi petugas untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan," terangnya. 

Sementara itu, Yana, salah satu warga yang tinggal di pinggiran Sungai Kelekar mengaku tak bisa tidur nyenyak dan selalu waswas kalau hujan turun.

"Kami waswas karena takut banjir. Selain banjir karena hujan deras, takut juga karena banjir kiriman karena daerah lain sudah banyak yang banjir," tutupnya.

Di Kabupaten Empat Lawang dalam beberapa waktu terakhir terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini meningkatkan potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah-wilayah yang rentan.

Merespons hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang telah menetapkan sebanyak 47 desa dan kelurahan sebagai daerah rawan banjir dan tanah longsor.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan