Dorong Kemajuan Pendidikan di Muba, 80 Siswa Terima Bantuan Program PRESTASI dari Perusahaan Tambang
Sebanyak 80 pelajar SMA dan SMK di Muba menerima bantuan dari Program PRESTASI hasil kolaborasi PT Baturona Adimulya dan PT Astaka Dodol. Bantuan diserahkan langsung oleh Pj Bupati Muba, HM. Toha. Foto:Yudi/Sumateraekspres.id--
MUBA, SUMATERAEKSPRES.ID - Komitmen terhadap kemajuan dunia pendidikan kembali ditunjukkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Sebanyak 80 siswa-siswi jenjang SMA dan SMK dari enam kecamatan di Muba mendapatkan bantuan pendidikan dari Program Edukasi untuk Anak Negeri (PRESTASI) yang digagas oleh dua perusahaan besar, PT Baturona Adimulya dan PT Astaka Dodol.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Penjabat (Pj) Bupati Muba, H.M. Toha, SH, dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (31/7).
Kehadiran para pelajar penerima bantuan turut disambut hangat oleh jajaran pemerintah daerah serta pihak perusahaan.
BACA JUGA:Dugaan Korupsi Dana Hibah PMI Banyuasin: 40 Saksi Telah Diperiksa, Termasuk Mantan Ketua
BACA JUGA:Cuaca Sumsel Jumat 1 Agustus 2025: Hujan Ringan Mendominasi Siang hingga Sore
Dalam sambutannya, Bupati Toha menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian sektor swasta terhadap pendidikan generasi muda Muba.
“Kolaborasi seperti inilah yang dibutuhkan. Ini adalah bukti sinergi nyata antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing,” tegas Toha.
Program PRESTASI secara khusus menyasar pelajar-pelajar berprestasi dari enam wilayah kecamatan, yakni Sekayu, Lais, Babat Toman, Sanga Desa, Keluang, dan Babat Supat.
Diharapkan bantuan ini menjadi pemicu semangat dan motivasi para siswa untuk terus meningkatkan capaian akademik mereka.
BACA JUGA:Desak Copot Kapolsek Gunung Megang, Warga Tuding Ada Rekayasa Kasus
BACA JUGA:Mendiktisaintek Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Riset, Hilirisasi, dan Pendidikan Tinggi
Lebih jauh, Toha menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah.
“Pendidikan bukan sekadar fasilitas atau seremonial. Ia adalah pondasi masa depan.
