Warga PALI Antusias Dukung GSMP, Manfaatkan Pekarangan untuk Pangan Mandiri
PEMANFAATAN: Seorang warga memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumahnya dengan menanam berbagai tanaman yang bermanfaat. FOTO: ZULKARNAIN/SUMEKS--
PALI, SUMATERAEKSPRES.ID – Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai mendapat tempat di hati masyarakat PALI.
Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan, warga di sejumlah kecamatan mulai aktif menerapkan konsep urban farming, beternak skala rumah tangga, dan memanfaatkan lahan pekarangan untuk kebutuhan pangan keluarga.
BACA JUGA:Deru Ajak Unsri Terlibat Soal Kemandirian Pangan
BACA JUGA:Kemandirian Pangan Warga Desa Lesung Batu, Panen Sayuran dari Pekarangan Rumah
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan PALI, Ahmad Jhoni mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir, antusiasme warga terhadap program ini meningkat signifikan.
“Gerakan ini menjadi solusi nyata atas kenaikan harga pangan dan ketergantungan pada pasokan luar daerah. Kami melihat warga PALI, khususnya ibu rumah tangga dan kelompok tani, sangat antusias memanfaatkan pekarangan untuk ditanami cabai, sayuran, bahkan memelihara ayam petelur,” ujarnya.
GSMP sendiri merupakan bagian dari strategi jangka panjang Gubernur Sumsel dalam mengatasi inflasi dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Program ini mendorong masyarakat untuk mencukupi kebutuhan pokok dari lingkungan sendiri, tanpa harus bergantung pada pasar.
"Kami akan mendukung penuh melalui penyuluh pertanian yang berada di wilayah PALI. Apa lagi saat ini pemerintah memang fokus ke basis ketahanan pangan," jelasnya.
Menurutnya, program GSMP bukan hanya soal pangan, tetapi juga membangun karakter mandiri dan produktif. “Kami di legislatif akan terus mendorong agar program ini diperluas dan difasilitasi, termasuk penyediaan bibit, pupuk, dan pelatihan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten PALI sendiri bakal menyiapkan dukungan berupa pelatihan, bantuan bibit hortikultura, serta pendampingan teknis melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian. Ke depan, program ini akan diintegrasikan dengan strategi pengendalian inflasi daerah (TPID) dan pemberdayaan UMKM pangan.
Warga Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, mengaku merasakan manfaat langsung dari gerakan tersebut. “Dulu beli semua di pasar. Sekarang alhamdulillah, cabai, terong, bayam, semua dari kebun sendiri. Lebih hemat dan sehat,” kata Sulastri.
Dikatakan, saat ini mereka mulai menanam jagung, beternak ayam kampung. ‘’Dulu bingung kalau harga telur naik, sekarang bisa panen sendiri,” tambahnya.
BACA JUGA:TP PKK Jadi Pendorong Kemandirian Pangan
