Edukasi Bahaya Penyakit Tuberkulosis

RAWAN MENULAR : Salah satu gejala penderita TBC yakni sering batuk dan bersin. Batuk menjadi media penularan lewat udara ke orang lain, sehingga penting sekali bagi penderita menjaga etika batuk di masyarakat.FOTO : IST--
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit Tuberkulosis (TBC), Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menggelar penyuluhan kesehatan kepada pasien dan masyarakat umum.
Acara ini bertujuan memberi pemahaman lebih mengenai bahaya TBC, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
BACA JUGA:Pasien BPJS Kelas 1 Boleh Naik ke VIP, Di Graha Executive RSMH
BACA JUGA:Pentingnya Kesehatan Mental bagi Pasien Kanker, Penyuluhan di RSMH Palembang
Diketahui, tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular yang cukup tinggi kasusnya di Indonesia, termasuk di Palembang.
Data terbaru Dinas Kesehatan, kasus TBC di wilayah Sumsel terus meningkat, sehingga edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting pengendalian penyakit ini.
Dalam penyuluhan itu, dr Siti Anindita SpP, Dokter Spesialis Paru RSMH Palembang menjelaskan TBC disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan dapat menyebar ke organ tubuh lainnya.
Penyakit ini menular melalui udara saat penderita batuk atau bersin, sehingga kesadaran untuk menjaga kebersihan dan menerapkan etika batuk sangat penting.
“Gejala utama TBC adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, disertai demam ringan, berkeringat di malam hari, serta penurunan berat badan yang drastis.
Jika mengalami gejala tersebut, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelas dr Siti.
Selain mengenali gejalanya, masyarakat juga diedukasi pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan.
TBC bisa disembuhkan dengan pengobatan rutin selama minimal enam bulan menggunakan antibiotik khusus yang telah disediakan pemerintah secara gratis melalui program nasional.
“Banyak pasien yang berhenti minum obat sebelum waktunya karena merasa sudah membaik. Padahal, ini bisa menyebabkan resistensi obat yang membuat pengobatan lebih sulit dan memakan waktu lebih lama,” tambah dr Siti.
Selain itu, pencegahan TBC bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memastikan ventilasi udara di rumah cukup baik, dan menghindari kontak langsung dengan penderita TBC aktif tanpa perlindungan.