Bonus Atlet Telat 1,5 Tahun

BONUS : Penyerahan bonus kepada perwakilan atlet kabupaten OKU. Bonus ini sudah dinantikan para atlet lantaran telat sekitar 1,5 tahun dari pelaksanaan even Porprov 2023 lalu.-foto: berry/sumeks-
BATURAJA, SUMATERAEKSPRES.ID - Setelah berlalu 1,5 tahun, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga OKU akhirnya secara simbolis menyerahkan reward (bonus) untuk para atlet, offical dan pelatih dari even Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2023 lalu di Kabupaten Lahat.
Untuk atlet dan pelatih yang menerima bonus ini berasal dari 3 induk organisasi yakni, KONI, NPCI, DAN KORMI. Masing masing dengan rincian, KONI sebanyak 152 orang, NPCI sebanyak 44 orang, dan KORMI sebanyak 62 orang.
Atlet perorangan yang meraih medali emas mendapat Rp 5 juta, perak Rp 3 juta, dan perunggu Rp2,5 juta. Untuk atlet beregu peraih medali emas mendapat Rp6,5 juta, perak Rp 4,5 juta, dan perunggu Rp3,5 juta.
Untuk oficial medali emas Rp1,5 juta, medali perak Rp1 juta, medali perunggu Rp700 ribu. Sedangkan untuk pelatih, medali emas mendapat Rp1,5 juta, medali perak mendapat Rp1 juta, dan medali perunggu Rp700 ribu. "Yang menerima bonus ini ada 3 induk organisasi, kata Kadispora OKU, Joni Saihu, Sabtu (22/3).
Diharapkan dengan adanya bonus bagi para atlet tersebut akan membuat semangat atlet untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti even Porprov 2025 yang direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Musi Banyuasin.
BACA JUGA:Susunan Pengurus KONI Kabupaten Lahat Resmi Dilantik, Optimalkan Pembinaan Atlet Muda
BACA JUGA:Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup II Sumsel 2025 Resmi Dibuka, Atlet Muda Bersaing Ketat Jadi Pemenang
Sekretaris KONI OKU, Aprili Mauludin, menyampaikan pencairan reward bagi atlet, official dan pelatih ini momentumnya sudah tepat. Karena diberikan menjelang lebaran.
Meski reward ini disebutnya agak terlambat diberikan untuk atlet yang sudah berjuang sebelumnya. Kalau bisa kedepan reward bisa lebih cepat diberikan. "Anggap saja ini sebagai THR," ujarnya tersenyum.
Yang membanggakan menurut Aprili, Kabupaten OKU tidak mengebon (pinjam) atlet dari luar daerah. Karena memang atlet asli dari OKU ini menjadi satu kebanggaan bagi Kabupaten OKU.
Wabup OKU H Marjito Bachri menyampaikan prestasi yang sudah dicapai sebelumnya menjadi kebanggaan bagi daerah. Marjito menyampaikan permohonan maaf keterlambatan pemberian reward tersebut.
BACA JUGA:KONI Lahat Tinjau Latihan Atlet Renang dan Panahan, Berikan Motivasi untuk Prestasi
"Mudah mudahan kedepan bisa mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam even berikutnya," ujarnya.