Tragis, Pelajar SMK di Lahat Tewas Kesetrum Saat Sambung Kabel, Ini Kronologisnya

TEWAS. Jenazah Isrul Suhendra (18) saat berada di Instalasi Jenazah RSUD Lahat usai tewas akibat kesetrum listrik, Kamis (13/2) malam. -Foto : wawan/sumeks -
LAHAT, SUMATERAEKSPRES.ID - Nasib tragis dialami Muhammad Isrul Suhendra (18) seorang pelajar Kelas 3 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Lahat yang meregang nyawa, Kamis (13/2) sore. Warga Desa Bunga Mas Kecamatan Kikim Timur ini menghembuskan nafas terakhirnya akibat tersengat aliran listrik saat sedang menyambungkan kabel listrik.
Kapolres Lahat AKBP God Parlasro Sinaga SIK melalui Kapolsek AKP Hendrinaldi SH MH mengungkapkan. Kejadiannya di bawah jembatan Desa Bungamas, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Kamis sore (13/2). Korban diduga tersengat aliran listrik saat mencoba menyambungkan kabel listrik yang terputus di lokasi kejadian.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat cuaca sedang hujan gerimis. Korban yang merupakan seorang pelajar kelas tiga SMK ini diketahui sedang membantu menyambungkan kabel yang putus setelah tertimpa buah kelapa. Kabel tersebut mengalirkan listrik dari rumah salah satu warga menuju pondok.
"Dibawah jembatan itu ada pondok, dia (korban,red) hendak menyambungkan kabel yang terputus dan tersentrum," ungkapnya, kemarin (14/2). Korban yang tersentrum, pertama kali ditemui oleh beberapa anak yang sedang bermain di sekitar lokasi melaporkan kejadian tersebut.
BACA JUGA:Fakta di Balik Tragedi Petugas Tewas Kesetrum di Tiang Listrik Lubuklinggau
BACA JUGA:Sudah Lama Kabel di Jalan Darna Jambi Putus, Warga Keluhkan Bahaya Kesetrum yang Mengintai
Selanjutnya dilaporkan keepada warga setempat, yang kemudian segera membawa korban ke Puskesmas Bungamas dan setelah diperiksa oleh pihak medis di Puskesmas Bungamas, korban dinyatakan meninggal dunia. "Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda luka luar, korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri saat dibawa ke puskesmas dan meninggal dunia," sebutnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan yang melibatkan aliran listrik, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung.