Pemeriksaan Kesehatan JCH Mahal, Fery: Kalau Tidak Istitoah, Cek Lagi, Bayar Lagi
--
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Jemaah calon haji (JCH) Sumsel saat ini mulai memeriksakan kesehatannya di puskesmas. Seperti aturan musim haji tahu lalu, setelah dari puskesmas, jemaah akan lanjutkan medical check up (MCU) ke rumah sakit.
Yang jadi keluhan para jemaah haji, mahalnya biaya pemeriksaan kesehatan ini. Hal itu disampaikan Sekretaris Forum KBIH Sumsel yang juga Ketua KBIH Miftahussalam, H Fery Munandar SE, kemarin.
Menurutnya, biaya pemeriksaan kesehatan jemaah haji di Sumsel jauh lebih mahal dibandingkan provinsi lain. Misalnya saja Riau dan Jambi. “Kalau di Sumsel, biaya periksa kesehatan Rp1 juta lebih. Sedangkan di Riau berkisar Rp590 ribuan. Kenapa perbedaannya sangat mencolok?,” ucapnya.
Muncul dugaan, pemerintah daerah kurang berperan atau tidak mendukung kemudahan proses pemeriksaan kesehatan jemaah haji. “Di provinsi lain, seperti Jambi dan Riau, mungkin pemerintah daerahnya turut mensubsidi atau membantu, sehingga biaya yang dibayar jemaah lebih murah,” beber Fery.
Dia berharap, di Sumsel pemerintah daerah bisa juga membantu meringankan beban biaya yang harus ditanggung para jemaah. Khususnya dalam proses pemeriksaan kesehatan. “Seharusnya pihak rumah sakit juga ikut berkontribusi dalam menekan tarif pemeriksaan kesehatan agar lebih terjangkau. Kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit,” tambah Fery.
BACA JUGA:JCH Jalani Tes Kebugaran hingga Ikuti Manasik
BACA JUGA:JCH Bersyukur BPIH Turun, Imbau JCH Periksa Kesehatan
Ia mewakili jemaah berterima kasih karena pemerintah bersama DPR RI telah sepakat menurunkan ongkos haji tahun ini. Fery menambahkan,perlu regulasi dari Kementerian Kesehatan untuk dapat menekan biaya pemeriksaan kesehatan haji di seluruh daerah di Indoensia.
“Kalau misalnya daerah lain biayanya Rp 600 ribu, kita kalau bisa Rp 900 ribu sudah lumayan terbantu para jemaah haji. Tapi yang ada perbedaannya cukup tinggi. Ini yang menjadi keluhan banyak jemaah haji Sumsel,” tegasnya/
Itu belum lagi kalau jemaah dinyatakan tidak istitoah kesehatannya. Maka, jemaah perlu pemeriksaan keehatan ulang. “Seperti tahun lalu, ada yang harus menjalani pemeriksaan hingga tiga sampai empat kali. Biayanya pun harus dibayar berkali-kali,” cetus Fery.
Sampai akhirnya jemaah calon haji itu akhirnya dinyatakan gagal berangkat karena tidak lolos pemeriksaan kesehatan. “Bisa dibayangkan betapa memberatkannya. Jemaah itu memutuskan untuk menunda keberangkatan,” bebernya.
Secara tidak langsung, pemeriksaan kesehatan yang seperti ini menimbulkan tekanan mental bagi jemaah calon haji. “Bisa saja ada yang stres karena harus menjalani pemeriksaan ulang. Apalagi, kalau pada akhirnya tetap tidak lolos. Ini menjadi beban tersendiri bagi mereka,” ujarnya.
BACA JUGA:Ongkos Haji Turun Rp614 Ribu, Total yang Dibayar JCH Rp55,4 Juta
BACA JUGA:Kondisi Terkini Jemaah Asal OKI di Tanah Suci, Kemenag: Alhamdulillah, Semua JCH Sehat!
