Dosen dan Mahasiswa FKIP Unsri Turun ke Sekolah, Perkuat Kompetensi Numerasi Guru SMP di Ogan Ilir
FKIP Unsri hadir di tengah guru-guru SMP Ogan Ilir, memperkuat numerasi berbasis kearifan lokal agar pembelajaran matematika semakin bermakna dan relevan bagi siswa. Foto:Ist--
INDRALAYA, SUMATERAEKSPRES.ID — Upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Kabupaten Ogan Ilir kembali mendapat dukungan dari kalangan akademisi.
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Ogan Ilir bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sriwijaya menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pelatihan Penguatan Numerasi Berbasis Kearifan Lokal Sumatera Selatan bagi Guru SMP di Desa Meranjat, Kabupaten Ogan Ilir.”
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si, pakar pendidikan matematika yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan soal dan riset numerasi kontekstual berbasis budaya lokal.
BACA JUGA:Kolaborasi Humas Jadi Pilar Kepercayaan Publik di Era Kebisingan Digital
BACA JUGA:Residivis Pencurian di Prabumulih Ditangkap Setelah Empat Tahun Buron
Di bawah kepemimpinannya, pelatihan ini melibatkan dosen serta mahasiswa S1, S2, dan S3 Pendidikan Matematika FKIP Unsri yang terbagi dalam dua tim beranggotakan 16 orang.
Fokus Tingkatkan Pembelajaran Numerasi Berstandar PISA
Menurut Prof. Ratu, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran dan asesmen numerasi yang relevan dengan konteks sehari-hari siswa.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran numerasi kontekstual yang selaras dengan standar internasional PISA dan semangat Kurikulum Merdeka,” jelasnya.
Para pengajar diberikan pendampingan intensif kepada 33 guru matematika SMP dari Desa Meranjat dan wilayah sekitarnya.
BACA JUGA:Ridho Dorong Integrasi Identitas New Port Palembang Tanjung Carat untuk Perkuat Posisi Banyuasin
BACA JUGA:Congkel Jendela Kamar, Dua ABH Curi Tiga HP dan Dibekuk Polisi
Pelatihan berlangsung hingga sore hari, mencakup pemaparan materi, sesi diskusi, hingga praktik langsung menyusun soal numerasi berbasis konteks lokal.
Prof. Ratu juga menegaskan bahwa penguatan numerasi tidak hanya soal membuat soal, tetapi juga memahami dinamika terbaru pendidikan matematika.
