Pemerintah dan Media Gaet Masyarakat Lewat SEMESTA
Pemerintah dan Media Gaet Masyarakat Lewat SEMESTA-Foto: IST -
SUMATERAEKSPRES.ID – Sebuah langkah kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan media kini diambil untuk membawa sains lebih dekat ke kehidupan masyarakat.
Melalui peluncuran program SEMESTA (Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Sains dan Teknologi Nusantara), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak lagi terkurung di balik pintu laboratorium.
Dalam sebuah diskusi hangat yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (31/7), Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Yudi Darma, menekankan pentingnya peran media dalam membumikan sains.
Menurutnya, komunikasi ilmiah yang inklusif adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih rasional, kritis, dan berbasis bukti.
BACA JUGA:Mendiktisaintek Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Riset, Hilirisasi, dan Pendidikan Tinggi
“Kami tidak hanya memperkenalkan program baru hari ini. Ini adalah ajakan untuk membangun semangat bersama. Sains dan teknologi harus menjadi bagian dari napas kehidupan masyarakat,” ujar Yudi, dengan semangat yang menulari ruangan.
Ia melanjutkan, dalam lanskap komunikasi saat ini yang semakin kompleks dan berlapis, media tidak cukup hanya menyampaikan informasi. Media, kata Yudi, adalah pencipta makna.
“Rekan-rekan jurnalis adalah jembatan penting agar ilmu pengetahuan tidak hanya menjadi wacana elite, tetapi menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Dari situlah dampak nyata akan muncul,” jelasnya.
BACA JUGA:Kemendiktisaintek Siapkan Langkah Strategis Atasi Tingginya Jumlah Retaker Ujian Profesi Kedokteran
BACA JUGA:Dirjen Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Apresiasi Berbagai Pencapaian UPGRIP
Yudi juga menyoroti capaian Indonesia dalam Global Innovation Index 2024, yang menunjukkan peningkatan posisi secara global.
Namun, ia mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah besar, khususnya dalam hal kolaborasi riset, publikasi ilmiah, dan ekspor teknologi.
Sementara itu, survei dari jurnal Nature Human Behaviour 2025 menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap ilmuwan berada pada angka yang cukup tinggi: 3,84 dari skala 5.
