Angkat Inovasi Pertanian, Pangan Hingga Platform Digital
INOVASI MASYARAKAT: Dua mahasiswa Unsri memaparkan inovasi mereka pada kategori masyarakat di hadapan dewan juri Kompetisi Inovasi Kota Palembang, kemarin.-FOTO: EVAN ZUMARLI/SUMEKS-
"Produksi semangka ini tinggi di beberapa daerah seperti Ogan Ilir. Itu semua tidak maksimal termanfaatkan atau bernilai jual, terutama yang kualitasnya tidak layak jual," katanya.
Ia memaparkan, NadiLUS ini sudah dikemas menjadi minuman siap konsumsi yang mengandung nilai gizi, seperti vitamin, serat, dan mineral.
"Untuk produksi dan pemasarannya kita bermitra dengan 2 UMKM yang memang bergerak di bidang pangan nata ini yang berada di Prabumulih," terangnya.
Lalu, inovasi Smart F Gastro Packaging Pempek Palembang digital dengan innovator Arief Mama Sonjaya.
"Mengkolaborasikan gastronomi dan teknologi, kami membuat QR code yang discan berisi tentang sejarah pempek baik berupa tulisan ataupun video," paparnya.
QR code ini bisa ditempelkan di gerai-gerai UMKM ataupun kalau skalanya sudah besar dapat dicetak juga di packaging pempek.
Selanjutnya, inovasi ‘Melatea’ Pengembangan Teh Daun Kopi oleh PKK Melati Kelurahan Sungai Buah Palembang dengan innovatornya Onne Akbar Nur Ichsan STP MSc.
Lulusan Unsri ini menjelaskan, selama ini daun kopi menjadi limbah. “Kami mencoba manfaatkan itu menjadi teh, sebab dari hasil penelitian daun kopi ini juga masih memiliki kadar kafein yang memiliki antioksidan walaupun tidak setinggi biji kopi," katanya.
Inovasi sudah dilakukan sejak 2023, dari penelitian bersama Prof. Budi dan tim (sudah ada jurnalnya) kemudian dikembangkan pemberdayaan masyarakat dengan kemitraan dengan PKK Melati Kelurahan Sungai Buah Kota Palembang.
Terakhir, inovasi Teknologi Pemanfaatan Cahaya Artifisial dalam Sistem Budidaya Sayuran Indoor sebagai Solusi Ketahanan Pangan di Wilayah Perkotaan dengan innovatornya Fitri Ramadhani.
"Hadirnya inovasi ini karena ketahanan pangan masalah serius apalagi di kota yang memiliki keterbatasan lahan pertanian," katanya.
BACA JUGA:Inovasi Rumah PASTI, Kemandirian Pangan Warga Lahat Ubah Lahan Terlantar Jadi Sumber Rezeki
BACA JUGA:BUPOGI, Inovasi Cerdas drg Masayu Nashiatul Dania Raih Juara II Dokter Gigi Teladan Palembang
Melalui inovasi pemanfaatan cahaya artifisial LED dalam bidang pertanian (khususnya sayuran hijau) ini maka lingkungan lebih terkontrol sehingga sayuran yang dihasilkan bebas bahan kimia.
"Tujuan dari inovasi ini untuk optimalisasi pertanian di perkotaan, mengatasi lahan sempit dan kualitas sayur berkualitas, hingga memberikan peluang ekonomi baik secara kecil maupun luas," pungkasnya. (tin/)
