Pemerintah Siapkan 25.000 Rumah untuk Warga Tanpa Slip Gaji, Sumsel Jadi Salah Satu Prioritas
Zewwy Salim, FOTO:IST--
Yakni mekanisme bakal calon pembeli non fixed income wajib menunjukkan perhitungan harga jual properti, dengan rata-rata pendapatan.
Perbankan pun wajib mengetahui keuntungan calon pembeli unit rumah dari hasil pendapatan mereka kurun waktu 25-30 hari dari hasil pendapatan usaha.
“Nanti, perhitungan itu akan dikurangi biaya produksi unit rumah dan keuntungan atau profit bersih (dari calon pembeli rumah dengan kondisi non fixed income),” katanya.
Secara pangsa pasar khususnya di Sumsel, lanjut dia, dominan keinginan masyarakat yang ingin investasi properti untuk masa depan lebih banyak dari sisi pelaku UMKM dan wiraswasta ketimbang pegawai dengan pendapatan tetap.
Namun yang jadi tantangan masih sedikitnya perbankan yang menerapkan program beli rumah tanpa lampiran syarat gaji.
“Semestinya dengan pangsa yang positif untuk program ini, perbankan bisa menerapkan pembelian properti tanpa pendapatan dengan peluang besar, sehingga nanti perbankan bisa berkompetisi dalam memengaruhi pergerakan ekonomi daerah,” jelas Zewwy.
Apalagi sasaran program penyerahan 25 ribu unit rumah tanpa slip gaji berpotensi tinggi pada daerah tinggi konsumtif properti seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan daerah luas geografis lainnya.
Sejauh ini, REI sendiri menyiapkan strategi percepatan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan rencana tahun ini harus membangun 220 ribu unit rumah subsidi.
Target percepatan pembangunan properti bagi MBR ini sejalan dengan program 3 juta rumah subsidi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu janji politiknya untuk menambah kuota rumah khusus program subsidi pada 2025.
Diketahui Maruarar Sirait mengatakan pemerintah akan menyerahkan 25.000 unit rumah bagi masyarakat tak memiliki gaji tetap pada akhir April 2025.
Program ini menyasar kelompok pekerja informal, seperti pedagang sayur, pedagang bakso, dan pelaku usaha kecil lainnya yang memiliki penghasilan, tetapi tidak memiliki slip gaji.
BACA JUGA:Rumah Subsidi Khusus Guru Diluncurkan, Cek Skema Penyalurannya
"Mereka tidak punya gaji, tapi punya usaha dan penghasilan. Karena itu, kami menyiapkan sekitar 25.000 unit rumah untuk mereka, yang akan diserahkan pada akhir April," tegasnya.
Acara penyerahan direncanakan berlangsung pada 25 April 2025 di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). (tin/fad)
