Setop Pelayanan Publik Tiga Hari
BIKIN KTP : Dua remaja membuat KTP di Kantor Dukcapil Kota Palembang. Di momen Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek 2025, pelayanan publik ini akan libur selama 3 hari mengikuti kalender libur nasional. Buka normal kembali pada tanggal 30 Januari 2025. FOTO: --
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Pada akhir Januari 2025 ini ada 2 momen hari besar keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan, yaitu Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW (27/1) dan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili (29/1).
Artinya, selama momen tersebut, hari libur dan cuti bersama berlangsung selama tiga hari, pada 27, 28, 29 Januari 2025.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Jadwal Cuti Bersama 2025 Bagi PNS dan PPPK: Keppres Resmi Presiden Prabowo
BACA JUGA:Inilah Aturan Cuti Bagi PNS dan PPPK 2025
Dengan demikian, pelayanan publik di lingkungan pemerintah tentu juga tidak beroperasional sejak weekend (Sabtu-Minggu) hingga Rabu (29/1).
Pelayanan publik akan beroperasional normal kembali pada Kamis, 30 Januari 2025.
“Hari-hari besar kebetulan berlangsung berurutan di tahun ini, sehingga waktu libur pegawai pemerintah cukup panjang.
Apalagi sebelum tanggal tersebut merupakan weekend atau Sabtu-Minggu,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Candra, kepada Sumatera Ekspres, kemarin.
Jika ditotal, maka masa libur ASN hampir satu minggu. “Ini libur secara nasional dan pegawai pemerintah memang libur pada tanggal tersebut. Hanya saja setelah masa libur berakhir, tanggung jawab ASN tetap harus dilaksanakan,” lanjutnya.
Ikutilah aturannya, tanggal merah berapa hari dan sampai tanggal berapa. “Tetap perhatikan tugas-tugas, terutama ini awal tahun," sampainya mengingatkan kewajiban para pegawai.
Dengan demikian, lanjut Edward, akan ada beberapa pelayanan publik yang tutup atau tidak beroperasional terutama di pemerintahan.
Kecuali pelayanan publik yang sifatnya pelayanan langsung dan tidak dapat ditinggalkan.
“Seperti pelayanan publik di bidang kesehatan itu misalnya rumah sakit tetap berjalan seperti biasa. Rumah sakit tidak bisa tutup karena selalu dibutuhkan oleh masyarakat setiap saat.
Mungkin nanti pegawai atau ASN-nya diatur sedemikian rupa (shift-shift-an), sehingga bisa gantian (piket) dalam bekerja,” imbuh Edward.
