Sumatera Selatan Resmi Raih Status Eliminasi Malaria
Sumatera Selatan Resmi Raih Status Eliminasi Malaria-Foto: IST-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Provinsi Sumatera Selatan akhirnya resmi menyandang status eliminasi malaria setelah dinyatakan memenuhi seluruh indikator dalam Sidang Evaluasi Pasca Penilaian Eliminasi Malaria yang digelar Kementerian Kesehatan RI pada 1–3 Desember 2025.
Predikat ini menegaskan bahwa Sumsel berhasil menekan penularan malaria hingga mencapai zero indigenous case secara konsisten dan berkelanjutan.
Selama tiga hari pelaksanaan evaluasi, tim penilai dari Kemenkes RI menelaah berbagai komponen penting, mulai dari tata kelola program pengendalian malaria, sistem kewaspadaan dini, kecepatan respons penanganan kasus, ketersediaan tenaga kesehatan terlatih, hingga efektivitas kolaborasi lintas sektor.
Hasilnya, Sumatera Selatan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan untuk meraih status eliminasi.
BACA JUGA:Nokia N75 Max 5G Resmi Hadir: Desain Premium, Kamera 200 MP, dan Performa Flagship 2025
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC., AIFO-K, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh kabupaten/kota dan berbagai unsur kesehatan di daerah.
“Selama beberapa tahun terakhir, Sumatera Selatan berhasil mempertahankan tidak adanya kasus penularan lokal. Ini bukan hanya prestasi pemerintah, tetapi buah keterlibatan masyarakat dan seluruh fasilitas kesehatan. Meski demikian, upaya menjaga Sumsel tetap bebas malaria harus terus diperkuat,” ujar Trisnawarman.
Kementerian Kesehatan RI juga memastikan bahwa sertifikat eliminasi malaria akan diserahkan secara resmi oleh Menteri Kesehatan kepada Gubernur Sumatera Selatan pada peringatan Hari Malaria Sedunia, yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
BACA JUGA:Harga Emas 4 Desember 2025 Diprediksi Sideways, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS
Penyerahan sertifikat tersebut menjadi bentuk pengakuan nasional atas komitmen Sumsel dalam mencegah dan mengendalikan malaria.
Pemerintah berharap status ini dapat memacu daerah untuk terus memperkuat sistem surveilans, meningkatkan deteksi dini, serta menjaga lingkungan agar tetap bebas dari risiko penularan lokal.
Pencapaian ini sekaligus menempatkan Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi yang sukses dalam eliminasi penyakit menular dan mendukung target nasional Indonesia bebas malaria sesuai rencana strategis kesehatan nasional.
