Pil KB Bisa Memicu atau Justru Mencegah Kanker
Pengaruh pil KB terhadap risiko kanker payudara dan ovarium-foto: ist-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Jika menggunakan alat kontrasepsi, beberapa orang mungkin bertanya apakah hal ini bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Ada pendapat yang mengatakan bahwa penggunaan kontrasepsi seperti pil KB bisa menyebabkan kanker. Namun ada juga pendapat yang menyebutkan pil KB justru bisa mencegah kanker.
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa bentuk alat kontrasepsi memang dapat meningkatkan risiko terkena jenis kanker tertentu. Namun alat kontrasepsi juga bisa berperan menurunkan risiko beberapa jenis kanker. "Banyak orang mengira pil KB selalu meningkatkan risiko kanker, padahal itu tidak benar," kata Dr Andrea Milbourne, Kepala Bagian Ginekologi Umum di MD Anderson Cancer Center.
Dikatakan, dalam banyak kasus, pil KB sebenarnya dapat menurunkan risiko kanker tertentu. Ada beberapa fakta hubungan konsumsi pil KB dan kanker, yaitu tidak semua metode pil KB mempengaruhi risiko kanker. Dilansir dari Vinmec, para ahli menjelaskan kontrasepsi hormonal dan beberapa metode kontrasepsi non-hormonal dapat berdampak pada risiko kanker.
Dua pilihan alat kontrasepsi hormonal yang paling umum adalah Pil KB biasanya mengandung gabungan hormon estrogen dan progestin, yang membantu mengatur siklus bulanan dan mencegah ovulasi. Dan IUD hormonal mengandung hormon progestin yang menyebabkan lendir serviks mengental, menghambat sperma bertemu sel telur, serta mencegah sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim.
BACA JUGA:Pentingnya Kesehatan Mental bagi Pasien Kanker, Penyuluhan di RSMH Palembang
BACA JUGA:Pentingnya Deteksi Dini Kanker Anak, RSMH Bahas Gejala Awal
“Meskipun pendekatannya berbeda, baik pil maupun IUD mengandung hormon sintetis yang sama. Hormon-hormon ini dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker ginekologi, namun juga dapat membantu melindungi bunda dari penyakit lainnya,” terangnya.
Kemudian alat kontrasepsi hormonal juga dapat mengurangi risiko kanker. Menurut National Cancer Institute, penggunaan pil KB selama lima tahun atau lebih dapat mengurangi risiko kanker ovarium hingga 50 persen. Perlindungan ini dapat bertahan hingga 25 tahun setelah berhenti mengonsumsi pil. Penelitian juga menunjukkan bahwa pil KB dapat melindungi terhadap kanker ovarium pada perempuan dengan mutasi genetik BRCA.
Mengonsumsi pil KB setidaknya selama empat tahun juga dapat mengurangi setengah risiko kanker endometrium bagi perempuan yang memiliki risiko rata-rata terkena penyakit tersebut. Perlindungan ini bertahan hingga 10 tahun setelah berhenti minum pil. Hal ini mungkin disebabkan fakta bahwa perempuan yang mengonsumsi pil KB mengalami ovulasi yang lebih sedikit, mengurangi paparan hormon secara keseluruhan.
Ketiga, Pil KB mungkin sedikit meningkatkan risiko kanker payudara. Hubungan antara pil KB dan risiko kanker payudara masih kontroversial. Penelitian terus dilakukan untuk meninjau kembali masalah ini. Penggunaan pil KB bisa meningkatkan risiko kanker payudara parsial, terutama bagi perempuan yang baru atau sedang menggunakan pil KB. Risiko ini akan berkurang seiring waktu setelah penghentian pil. Namun, hubungan antara IUD hormonal dan risiko kanker payudara belum banyak diteliti secara mendalam.
BACA JUGA:Ahli Sebut Deteksi Dini Kanker dengan Teknologi Nuklir Aman Dilakukan
BACA JUGA:Awas Kanker Nasofaring Tanpa Gejala
Terakhir, usia mempengaruhi risiko kanker pada perempuan yang menggunakan Pil KB. Para ahli merekomendasikan perempuan berusia akhir 40-an dan 50-an yang menggunakan pil KB hormonal untuk berkonsultasi dengan dokter tentang risiko kesehatan mereka. Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan risiko kanker payudara pada perempuan lanjut usia yang menggunakan obat hormonal untuk pengendalian kelahiran.
Sebelum memilih pil KB sebagai alat kontrasepsi, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Menurut Dr Milbourne, penting untuk berbicara dengan dokter dan mempertimbangkan semua pro dan kontra sebelum memutuskan apakah pil KB adalah pilihan yang tepat.
