Sawah di Musirawas Diserang Penyakit Blas, Petani Lakukan Pengendalian Jamur Patah Leher Padi
KENDALIKAN: Penyuluh pertanian bersama Kelompok Tani Pendowo Limo Desa Mardiharjo Kecamatan Purwodadi mengendalikan penyakit blas. FOTO: PENYULUH FOR SUMEKS--
MUSIRAWAS, SUMATERAEKSPRES.ID - Lahan bersawahan yang berlokasi di Desa Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musirawas diserang penyakit blas.
Penyakit blas disebabkan jamur patogen Pyricularia grisea. Penyakit ini menyerang tanaman padi pada semua fase mulai dari fase vegetatif hingga fase generatif.
BACA JUGA:Serangan Penyakit Blas Ancam Panen Padi di Musi Rawas, Petani Lakukan Pengendalian Terpadu
BACA JUGA:Ini yang Terjadi Jika Tanaman Padi Diserang Penyakit Blas
Di fase generatif petani biasa menyebutnya dengan penyakit patah leher yang ditandai dengan menghitamnya leher malai.
Akibatnya bulir padi menjadi hampa atau tidak berisi. Jika tak segera ditanggulangi, penyakit ini tentu akan menurunkan hasil produksi pertanian.
Mengendalikan penyakit ini, dilakukan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Blas oleh Kelompok Tani Pendowo Limo Desa Mardiharjo Kecamatan Purwodadi.
Luas pengendalian yaitu 5 Ha dengan umur tanaman 36-65 hari setelah tanam. Varietas yang ditanam adalah Inpari 32, IR 48 dan Kalimantan.
Pengendalian dilakukan menggunakan fungisida berbahan aktif Tembaga Oksi Sulfat bantuan dari BPT Unit II Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas.
BACA JUGA:Ini yang Harus Dilakukan jika Tanaman Padi Terserang Penyakit Blas
BACA JUGA:Penyakit Blas Sebabkan Malai Padi Tak Berisi
Gerakan pengendalian didampingi Sunarto, petugas POPT Kecamatan Purwodadi didampingi Tri Agustina SP, PPEP POPT.
Tak hanya itu, Penanggung Jawab BPT Unit II Tugumulyo, Deddy Riansyah, Kepala UPT Perlitan Kabupaten Musi Rawas Sukirman SP, PPL Desa Mardiharjo, Yunita Pudarwijaya, SP dan PPEP, PPL BPP Kecamatan Purwodadi juga turun langsung. (sms)
