Pelestarian Tradisi Mudik Lebaran
Oleh: Prof Dr H Duski Ibrahim MAg , Guru besar UIN Raden Fatah Palembang -FOTO: IST-
Ketiga, rekreasi dan penyegaran pikiran. Melakukan aktivitas kerja sehari-hari di perantauan dalam rangka mencari rezeki untuk menghidupi atau memenuhi kebutuhan finansial keluarganya, tentu saja membuat seseorang sangat sibuk dan terkadang membuatnya jenuh.
Oleh karena itu, momen mudk Lebaran ini dijadikan sebagai kesempatan untuk rekreasi, menyegarkan pikiran sehingga diharapkan setelah kembali ke tempat kerja akan kembali bersemangat dan fresh.
Keempat, memang ada sebagian pemudik yang menjadikan momen mudik Lebaran sebagai ajang untuk memamerkan keberhasilannya di tanah perantauan, dengan memperlihatkan sektor ekonomi dan finansial yang didapatkannya dari hasil kerja.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Menyikapi Keberadaan Harta di Momen Ramadan
BACA JUGA:Menyambut Malam yang Agung (Lailatul qadr)
Namun, inipun ada sisi positifnya, yaitu untuk memotivasi semangat kerja bagi saudara-saudaranya di kampung halaman.
Ala kulli hal, memperhatikan tradisi mudik Lebaran ini adalah bagian dari ’urf shahih dan sejauh itu manfaatnya jauh lebih banyak dari mafsadat-nya, maka pelestarian mudik Lebaran merupakan keniscayaan (wa Allah a’lam bi ash-shawab). (nni)
