Sekretaris Dinas Perhubungan Muara Enim, Ahmad Junaini menjelaskan, kabupaten Muara Enim merupakan jalur perlintasan sehingga akan berpotensi padat ketika liburan akhir tahun.
"Yang melintas bukan orang Muara Enim saja, tapi juga dari daerah lain dan provinsi tetangga," ulasnya. Lonjakan pengguna jalan terpantau lalu lalang di ruas Jalinsum Muratara.
Terutama dari arah Jambi menuju Lubuklinggau. Polres Musi Rawas dan Muratara telah menyiagakan personel di titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan.
Kapolres Muratara, AKBP Koko Arianto Wardhani, melalui kasat Lantas AKP Gubawab mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati, terutama di Jalinsum, yang sering kali terganggu oleh hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya.
"Kami terus mengingatkan masyarakat yang memiliki hewan ternak agar tidak membiarkannya lepas di jalan. Untuk pengendara, tetap waspada dan kurangi kecepatan, saat ini mulai ada peningkatan arus balik liburan Nataru 2025," ujarnya.
Sementara itu, di Bandara Silampari Lubuklinggau, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan arus balik meningkat hingga 80 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Maskapai penerbangan tujuan Jakarta, Palembang, mencatat okupansi penuh sejak awal Januari 2025
Kepala Bandara Silampari, Wahyu melalui Humasnya, Bandi menyampaikan bahwa telah menambah personel pengamanan dan pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
"Lonjakan penumpang ini sudah terjadi. Seperti kemarin take off landing pesawat SAJ tingkat keterisiannya di atas 80 persen. Untuk hari ini (Sabtu) penumpang masih normal," jelasnya.
Kapolres Mura AKBP Andi Supriadi melalui Kasat lantas AKP Saharudin mengatakan, jalan Muara Beliti hingga Lubuklinggau yang menjadi akses utama ke Kota Palembang dan provinsi lain di Sumatera terlihat lebih padat dari biasanya.
"Kami mengimbau masyarakat pengguna jalan mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jauh," ungkapnya.
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengungkapkan, hingga 3 Januari 2025 jumlah penumpang angkutan Nataru mencapai 52.451 orang. Tujuan berbagai daerah di Sumsel dan Lampung.
Ada pun untuk awal Januari 2025 ini, selama 1-3 Januari tercatat 10.036 penumpang.
Rinciannya, keberangkatan 1 Januari 3.339 penumpang. Pada 2 Januari dan 3 Januari ada 3.347 penumpang dan 3.350 penumpang.
"Dari daftar manifest penumpang, selama tiga hari terakhir mencapai 10.046 penumpang setara dengan 129 persen dari kapasitas tempat duduk yang ada," ungkap Aida.
Selama 16 hari masa angkutan Nataru, setidaknya PT KAI Divre III melakukan 80 perjalanan. Rinciannya, KA Bukit Serelo tujuan Stasiun Kertapati - Lubuklinggau 32 perjalanan.