Hari Tritura yang Diperingati Setiap 10 Januari, Ini Sejarah Singkatnya

Selasa 09 Jan 2024 - 09:00 WIB
Reporter : Englia
Editor : Englia

Hari Tritura ini kerap disebut sebagai tonggak sejarah lahirnya Orde Baru. 

Melansir laman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa kepada pemerintahan Soekarno untuk memenuhi Tiga Tuntutan Rakyat itu berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal 10-13 Januari 1966 di Jakarta. 

Pencetus aksi para mahasiswa tersebut tak lain karena Pemerintahan Soekarno atau Orde Lama dinilai lambat dan tidak tegas terhadap PKI (Partai Komunis Indonesia) yang dianggap menjadi dalang atas tragedi Gerakan 30 September 1965. 

Para pemuda dan mahasiswa Indonesia yang turut meramaikan aksi Tritura antara lain: KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia), KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia), KABI (Kesatuan Aksi Buruh Indonesia), KASI (Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia), KAWI (Kesatuan Aksi Wanita Indonesia), KAGI (Kesatuan Aksi Guru Indonesia), dan lainnya. 

Para pemuda dan mahasiswa tersebut akhirnya sepakat untuk mendatangi Gedung Sekretariat pada 10 Januari 1966 untuk menyampaikan isi Tritura tersebut. 

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Presiden Soekarno akhirnya melakukan pergantian susunan kabinet yang diumumkan pada 21 Januari 1966. 

Namun menurut para mahasiswa, keputusan Presiden Soekarno dinilai belum sesuai dengan tuntutan yang dimaksud. 

BACA JUGA:RSMH Palembang Peringati HUT Setiap 3 Januari, Ini Sejarahnya

BACA JUGA:Sejarah Hari KORPRI yang Diperingati Setiap Tanggal 29 November Berikut Arti Lambangnya

Akhirnya para mahasiswa kembali beraksi pada 24 Februari 1966 kemudian terjadi kericuhan. 

Akibatnya salah seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang bernama Arif Rahman Hakim tewas akibat bentrok dengan Resimen Cakrabirawa (Pasukan Pengawal Presiden).

Karena kericuhan semakin tak terkendali, pemerintah dengan tegas membubarkan KAMI. 

Pada akhirnya pemerintah mengakui bahwa kemerosotan ekonomi disebabkan karena minimnya pengawasan dari DPR terhadap kebijakan ekonomi. 

Karenanya, MPRS membuat ketetapan No. XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaharuan Kebijakan Landasan Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan yang dianggap menjadi konsep paling strategis untuk menanggulangi kemerosotan ekonomi yang terjadi sejak tahun 1955. Aksi para pemuda dan mahasiswa yang menuntut pemerintah untuk memenuhi Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) menjadi sejarah bangsa bahwa peran para pemuda dan mahasiswa sangat penting dalam memperbaiki kondisi politik dan memperjuangkan hak-hak rakyat. 

Dan untuk mengingat peristiwa bersejarah itu, hari Tritura diperingati setiap tanggal 10 Januari. (lia)

 

Kategori :