26 Asisten Bisnis Dorong Koperasi Merah Putih
H Husin Aswadi SE MM- Foto: ist-
MUARA ENIM - Kabupaten Muara Enim resmi memiliki 26 orang wakil terbaik yang ditunjuk Kementerian Koperasi Republik Indonesia sebagai Asisten Bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2025.
Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2025 tentang Penetapan Asisten Bisnis (Business Assistant) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2025.
Keputusan ini sebagai bagian dari implementasi Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Muara Enim H Husin Aswadi SE MM, menjelaskan Asisten Bisnis (Business Assistant) memiliki peran strategis dalam memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terbentuk dapat berjalan dengan baik.
"Asisten Bisnis ini nantinya akan mendampingi untuk memenuhi syarat legalitas, memiliki perencanaan usaha yang layak, serta mampu mengakses pembiayaan dan memanfaatkan sistem manajemen koperasi berbasis digital," jelas Husin, Minggu (5/10).
BACA JUGA:19 Koperasi Merah Putih di Lahat Mulai Beroperasi Aktif, Fokus Perkuat Ekonomi Desa
BACA JUGA:Program Koperasi Kelurahan Merah Putih Masuk Program Strategis Nasional
Selain itu, Asisten Bisnis nantinya akan mendampingi Koperasi Desa/Kelurahan dalam pengelolaan usaha, manajemen organisasi, hingga pelaporan digital melalui Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES).
"Kehadiran Asisten Bisnis diharapkan dapat menumbuhkan Koperasi Desa dan Kelurahan yang inovatif, modern, dan berdaya saing," harapnya.
Lebih dari sekadar pendamping, Asisten Bisnis adalah mitra strategis masyarakat dalam membangun pondasi ekonomi lokal yang kuat dan berkeadilan.
"Melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Indonesia melangkah lebih dekat menuju kemandirian ekonomi rakyat dan membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat agar Koperasi Desa/Kelurahan benar-benar menjadi penggerak utama ekonomi berbasis kerakyatan," pungkas Husin.
