Ratusan Ribu Penerima Bansos Dicoret karena Judi Online, Dinsos OKU Timur Ingatkan Warga
Ratusan Ribu Penerima Bansos Dicoret karena Judi Online, Dinsos OKU Timur Ingatkan Warga-Foto: IST-
OKU TIMUR, SUMATERAEKSPRES.ID – Pemerintah pusat menegaskan komitmennya dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.
Kementerian Sosial (Kemensos) resmi mencabut hak lebih dari 300 ribu penerima bansos di seluruh Indonesia setelah terindikasi menggunakan dana bantuan untuk berjudi online.
Langkah tegas ini ditempuh guna memastikan bansos benar-benar sampai kepada masyarakat miskin dan rentan, bukan disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
BACA JUGA:Sriwijaya FC Siap Bangkit Hadapi Persikad Depok, Bidik Kemenangan Perdana di Championship 2025-2026
BACA JUGA:Tren Beasiswa Internasional 2025: Negara dengan Program Terbanyak untuk Mahasiswa Indonesia
Di Kabupaten OKU Timur, jumlah penerima bansos tercatat sekitar 22 ribu jiwa. Mereka tersebar pada program Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), bantuan pangan reguler, serta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (PBI JKN-KIS).
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) OKU Timur, Hari Kashogi, SE, menegaskan pihaknya rutin mengingatkan pendamping PKH agar selalu memberi edukasi kepada warga penerima manfaat.
“Setiap pertemuan, kami tekankan bahwa bansos hanya untuk kebutuhan pokok keluarga. Jika ketahuan terlibat judi online, bantuan langsung dihentikan sesuai instruksi Kemensos,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
BACA JUGA:Tren Beasiswa Internasional 2025: Negara dengan Program Terbanyak untuk Mahasiswa Indonesia
BACA JUGA:Metaverse untuk Pendidikan 2025: Antara Harapan, Tantangan, dan Arah Baru Pembelajaran Global
Meski demikian, Dinsos OKU Timur mengaku belum bisa memverifikasi langsung siapa saja penerima yang terlibat judi online. Namun, aturan dari pusat sudah jelas: penerima bansos dilarang bermain judi online dalam bentuk apapun.
Kebijakan ini juga memastikan bahwa kuota bantuan yang dicabut tidak hilang, melainkan dialihkan kepada warga lain yang lebih layak menerima.
Dengan keputusan tersebut, pemerintah berharap masyarakat lebih bijak memanfaatkan bansos. Bantuan ini diharapkan benar-benar menjadi penopang kebutuhan dasar, bukan digunakan untuk aktivitas yang justru merugikan diri sendiri.
