Gubernur Sumsel Buka STQH XXVIII, Targetkan Masuk 10 Besar Nasional
Gubernur H. Herman Deru resmi membuka STQH ke-28 di Kabupaten PALI. Targetnya? Masuk 10 besar nasional! Semoga lantunan ayat suci terus menggema dari bumi Sriwijaya hingga penjuru negeri. Foto:Izul/Sumateraekspres.id--
PALI, SUMATERAEKSPRES.ID – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru secara resmi membuka Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadits (STQH) ke-28 tingkat Provinsi Sumsel yang diikuti oleh 17 kabupaten dan kota, Selasa (22/4) sore di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Dalam sambutannya yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB, Gubernur Herman Deru menegaskan target Sumsel untuk kembali masuk 10 besar nasional dalam ajang STQH tingkat nasional tahun ini.
“Pada 2006, Sumsel pernah mencatat prestasi gemilang di posisi 6 besar MTQ Nasional, namun setelah itu prestasi tersebut sempat meredup.
Syukurnya, tahun 2024 kemarin kita kembali menembus 10 besar. Tahun ini kita targetkan posisi itu tetap dipertahankan,” tegasnya.
BACA JUGA:Kebijakan Trump-Cuaca Bikin Harga Karet Jeblok, di Tingkat Petani Rp8.000-9.000/Kg
BACA JUGA:Efisiensi Rp313 Miliar, Lahat Dipuji Jadi Teladan Nasional ala Visi Prabowo
Menurut Deru, pencapaian itu tidak lepas dari upaya konsisten Pemerintah Provinsi Sumsel dalam membudayakan cinta Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Salah satu upaya tersebut adalah pembangunan lebih dari 5.000 rumah tahfiz yang tersebar hingga ke pelosok desa.
“Melalui rumah tahfiz dan program-program keagamaan seperti STQH, kita harapkan masyarakat semakin cinta pada Al-Qur’an.
Ini bukan sekadar lomba, tapi bagian dari membentuk karakter religius Sumsel,” imbuhnya.
BACA JUGA:Wali Kota Arlan Tegaskan, ASN Malas dan Tak Disiplin Siap-Siap Gaji Ditahan
BACA JUGA:Melamun di Perlintasan, Grand Max Tertabrak Kereta Babaranjang di Prabumulih
Lebih jauh, Gubernur menyampaikan bahwa ajang STQH ini juga menjadi media pembinaan bagi para qori dan qoriah agar mampu mengharumkan nama Sumsel di tingkat nasional.
“Berjuanglah dengan ikhlas. Kemenangan sejati adalah ketika Al-Qur’an melekat dalam hati, bukan hanya pada podium,” pesan Deru kepada para peserta.
