Sungai Lematang di PALI, Warisan Sungai Purba yang Mulai Terlupakan
Temukan keindahan dan sejarah di aliran Sungai Lematang, surga tersembunyi PALI. Destinasi alam & budaya yang menunggu untuk dijelajahi: menyusuri Sungai Lematang yang menyimpan ribuan kisah masa lalu. Foto:Ist/Sumateraekspres.id--
Lebak-lebung dan rawa-rawa alami yang terbentuk menjadi penampung air hujan sekaligus mencegah kekeringan, menjadikan tanah di sekitarnya sangat subur.
Dalam konteks lingkungan dan sejarah, sungai ini punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dan wisata budaya.
BACA JUGA:Ingin Tetap Wangi Tanpa Boros? Ini Deretan Parfum Favorit Warga yang Tersedia di Alfamart
BACA JUGA:Minim Armada, Pemkab PALI Dorong Desa Kelola Sampah Mandiri
“Sungai purba itu seperti buku terbuka, ia menyimpan banyak informasi geologi dan sejarah tentang bagaimana bumi dan kehidupan berkembang,” ujar Putra.
Namun, di balik segala potensi tersebut, Sungai Lematang kini menghadapi ancaman serius.
Aktivitas pembalakan liar dan pertambangan ilegal di wilayah hulu telah menyebabkan kerusakan lingkungan.
Endapan lumpur meningkat, kualitas air menurun drastis, dan biodiversitas mulai tergerus.
Darmi (48), warga Tanah Abang, mengaku bahwa kondisi sungai jauh berbeda dibandingkan masa lalu.
“Dulu airnya bening dan jadi sumber utama air bersih kami. Sekarang sudah keruh. Ikan besar pun sudah sulit ditemukan. Dulu narik jaring bisa dapat tiga kilo, sekarang satu kilo saja susah,” katanya.
BACA JUGA:Ingin Tetap Wangi Tanpa Boros? Ini Deretan Parfum Favorit Warga yang Tersedia di Alfamart
BACA JUGA:Minim Armada, Pemkab PALI Dorong Desa Kelola Sampah Mandiri
Meskipun belum banyak dilakukan penggalian arkeologis secara intensif di wilayah PALI, penemuan alat-alat batu dan pecahan keramik di daerah hulu seperti Lahat dan Muara Enim memperkuat dugaan bahwa Sungai Lematang merupakan jalur penting bagi pemukiman manusia sejak masa lampau.
Sebagai anak sungai dari Sungai Musi — yang telah diakui sebagai salah satu sungai purba utama di Sumatera — secara hidrogeologis, Lematang juga memiliki status yang sama pentingnya.
Putra mengajak semua pihak untuk lebih peduli dan berperan aktif menjaga warisan alam dan budaya ini.

