Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Iklan Google/Link Sponsor

Petani Optimis Harga Karet Naik

OPTIMIS: Para petani karet di Kabupaten PalI optimis harga getah karet bakal naik usai lebaran-foto: zulkarnain/sumeks-

PALI, SUMATERAEKSPRES.ID - Pascalebaran harga karet turun dari Rp12 ribu di petani menjadi Rp11 ribu/kg, di wilayah Tanah Abang, Kabupaten Panukal Abab, Lematang Ilir (Pali), Sumsel. Minggu (6/4) sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah petani karet di wilayah ini mengaku tak khawatir harga karet ditekan pasar internasional dan lebih optimis dengan potensi kenaikan harga pasca-Idulfitri 2025.

Husni petani karet asal Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, yang sempat dibincangi mengatakan, jika harga karet lokal potensi alami kenaikan harga pascalebaran 2025.


Iklan Google/Link Sponsor

Menurutnya, harga karet saat ini masih terbilang cukup stabil dan bisa memenuhi kebutuhan hidup standar para petani. "Paling tidak harga getah karet itu masih seimbang dengan harga beras," katanya.

Husni mengatakan, dalam empat hari petani mampu mendapatkan sekitar 40-50 kg jedol karet per hektare yang akan diolah lalu dijual ke sejumlah pengepul di desa mereka. Namun kondisi itu belum ditambah dengan situasi dan kondisi di masyarakat. Karena tidak menutup kemungkinan dalam satu minggu penuh setiap hari warga menyadap karet. 

"Kadang dalam satu minggu itu ado kondangan, mungkin ada petani yang sakit, atau ado urusan yang mesti keluar dusun dan tidak nyadap getah. Jadi idak tiap hari petani nyadap getah," timpalnya.

BACA JUGA:Petani PALI Tetap Optimis: Harga Karet Diprediksi Naik Pasca Lebaran

BACA JUGA:Budidaya Lele Antisipasi Harga Getah Karet Murah, Tambah Penghasilan Warga OKI

Dia mengatakan dengan harga karet saat ini Rp11 ribu/kg, paling tidak petani mampu mendapatkan penghasilan sekitar Rp550 ribu/minggu. "Kalau hargo sebelum Lebaran tadi, kami biso tembus penghasilan Rp600-700 ribu/minggu. Itu jugo kalau tidak ditimpa hujan," jelasnya.

Pihaknya mengaku optimis harga jedol bakal alami kenaikan pascaperayaan Idulfitri 2025. Serta akan tetap stabil berkisar Rp12-14 ribu, hingga akhir tahun. Terlebih lagi saat ini karet asal Indonesia menjadi salah satu komoditas perkebunan yang paling diminati pasar Asia. 

Di lain tempat, Karim pengepul karet yang sempat dibincangi mengaku saat ini harga di tingkat pengepul berkisar Rp12 ribu/kg. Memang harga sedang alami penurunan harga karena pabrik remiling karet tutup saat momen Lebaran.

"Tadi sebelum Lebaran harga karet sekitar Rp13-14 ribu/kg di pengepul. Kalau harga di pabrik itu sekitar Rp14-15 ribu/kg, selisih seribu sampai dua ribu rupiah. Karena kami mesti ikut kuota wong nak masuk pabrik," jelasnya.

BACA JUGA:Jelang Ramadan, Pencurian Getah Karet di Lempuing Makin Marak, Petani Rugi Jutaan Rupiah

BACA JUGA:Ekspor Karet Sumsel Turun 38 Ribu Ton, Produktivitas Menurun karena Usia-Penyakit

Terkait potensi harga karet mendatang, dia juga mengaku tetap optimis harga karet bakal alami lonjakan hingga tutup tahun 2025. Terkait adanya isu seputar perang dagang dengan Amerika Serikat terkait komoditi karet dan sawit asal Indonesia.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan