Harga Cabai merah Keriting melonjak
MASIH WAJAR: Kenaikan harga sembako jelang Ramadan di Kota Prabumulih dinilai masih wajar-foto: dian/sumeks-
SUMSEL, SUMATERAEKSPRES.ID - Tiga hari jelang Ramadan, harga cabai merah keriting di pasar tradisional di Sumsel alami lonjakan harga. Lonjakan harga di Kota Lubuklinggau sudah terjadi sejak empat hari terakhir. Harga cabai keriting melonjak dari Rp30 ribu menjadi Rp65 ribu/Kg.
Menjelang Ramadan 1446 Hijriah, sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat masih terbilang cukup stabil. Rosmawati, pedagang pasar tradisional di Kota Lubuklinggau, Selasa (35/2) sekitar pukul 13.30 WIB mengungkapkan, meski dianggap stabil potensi lonjakan pasti terjadi.
Iklan Google/Link Sponsor
"Untuk saat ini sudah ada harga yang naik seperti cabai merah dari Rp30 ribu menjadi Rp65 ribu/kg. Bawang putih-bawang merah, dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu/kg," katanya.
Pihaknya mengaku, seluruh produk sayur mayur di Kota Lubuklinggau rata-rata dari luar daerah, sehingga kenaikan sangat berpengaruh dari tingkat produsen.
Kenaikan terjadi akibat sejumlah kendala di tingkat petani seperti musim peralihan, hama, hingga kenaikan kebutuhan di tingkat petani.
"Kalau harga di petani naik, semua harga ikut naik. Saat masuk Ramadan pasti akan naik, karena banyak petani tidak produksi," ungkapnya.
BACA JUGA:Sentra Produksi Panen Mulai Maret, Harga Cabai Diprediksi Menurun
BACA JUGA:Cabai Berhasil, Ingin Tanam Sayuran
Untuk harga pokok seperti beras berkisar Rp13-16 ribu/kg, cabai merah Rp65 ribu/kg, bawang merah-putih Rp40 ribu/kg, minyak sayur Rp14-16 ribu/liter, cabai rawit Rp60 ribu/kg, cabai setan Rp80 ribu/kg, kentang Rp15 ribu, daun bawang Rp10 ribu/kg.
Daging sapi Rp130 ribu/kg, daging ayam Rp35 ribu/kg, ikan nila Rp22 ribu/kg. "Rata-rata harga masih stabil, cuma untuk cabai merah keriting itu memang kadang naik tinggi nian, kalau turun turun nian," jelasnya.
Sementara itu, Kadisperindag Kota Lubuklinggau Miedholin saat dikonfirmasi mengatakan jika harga harga produk saat ini masih cukup stabil. Namun pihaknya akan terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap lonjakan lonjakan harga.
Meidholine mengaku, pihaknya setiap satu minggu sekali Disperindag kota Lubuklinggau melakukan monitoring harga. “Saat ini harga masih relatif stabil, meski ada kenaikan di beberapa komoditas. Kami akan terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah-langkah seperti sidak dan operasi pasar agar menjual harga tidak memberatkan masyarakat,” jelas Meidholin.
Disperindag Lubuklinggau juga memastikan bahwa stok kebutuhan pokok tetap tersedia selama Ramadan. Namun, warga diimbau untuk tetap berhati-hati dalam berbelanja guna menghindari pembelian panik yang dapat memicu kenaikan harga lebih tinggi.
BACA JUGA:Inovasi KWT Mekar Arum di OKU Timur, Produksi Pupuk Organik Dukung Budidaya Cabai
