Dari Evakuasi Darurat hingga Distribusi Logistik, Kapolres OKU Timur Turun Langsung Dampingi Korban Banjir
Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten OKU Timur menjadi ujian nyata kepedulian dan kesiapsiagaan aparat di lapangan.-Foto: IST-
Aksi kemanusiaan tersebut kembali dilanjutkan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kali ini, Kapolres memimpin kolaborasi antara Polres OKU Timur dan Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Hadits dalam kegiatan penyaluran bantuan di Kecamatan Belitang II.
Sejak pukul 10.00 WIB, rombongan bergerak menuju dua desa terdampak, yakni Desa Batumas dan Desa Kelirejo. Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres OKU Timur, termasuk Kasat Intelkam, Kapolsek Belitang II, Kanit Sospol, serta personel Sat Intelkam.
Dari unsur pondok pesantren, hadir pimpinan Ponpes Darul Qur’an Wal Hadits, Ustadz Said Yai Ardiansyah, bersama 12 ustadz dan 38 santri. Sekitar 15 personel Polres OKU Timur terlibat langsung dalam proses pendistribusian bantuan ke permukiman warga.
BACA JUGA:Cabai Berbuah Lebat, Warga Tak Perlu Beli
BACA JUGA:Jualan Kambing, Warga Tugu Mulyo Ini Berhasil Topang Ekonomi Keluarga, Ini Triknya
Ribuan bantuan logistik disalurkan, terdiri atas 1.000 porsi nasi bungkus, 100 dus air mineral, 30 bal popok bayi, 100 dus mi instan, serta 2.000 potong roti. Seluruh bantuan diangkut menggunakan satu unit truk Dalmas, tiga unit minibus, dan satu unit mobil pikap.
Penyaluran bantuan diawali di Desa Batumas. Aparat kepolisian bersama ustadz dan santri menyusuri titik-titik permukiman yang masih tergenang air, membagikan bantuan secara langsung dari tangan ke tangan. Selanjutnya, rombongan bergerak ke Desa Kelirejo yang juga terdampak banjir cukup luas.
Kehadiran rombongan disambut antusias warga. Sejumlah ibu tampak mengantre sambil menggendong anak, berharap memperoleh popok bayi dan makanan siap saji. Ekspresi lelah bercampur haru terlihat jelas saat bantuan diterima.
Di sela kegiatan, Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah bencana merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
“Kami tidak ingin hanya hadir saat situasi aman. Dalam kondisi sulit seperti ini, Polri harus berada di tengah masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Ustadz Said Yai Ardiansyah menyampaikan bahwa keterlibatan para santri dalam aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari pendidikan sosial. Menurutnya, bencana menjadi momentum untuk menumbuhkan empati dan semangat berbagi sejak dini.
Hingga rangkaian kegiatan berakhir, situasi di wilayah penyaluran bantuan terpantau aman dan kondusif. Personel Polres OKU Timur masih disiagakan di sejumlah titik rawan banjir untuk melakukan pemantauan serta memberikan bantuan lanjutan bila diperlukan.
Dari proses evakuasi hingga distribusi logistik, langkah yang diambil Polres OKU Timur menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kehadiran nyata di lapangan, kolaborasi lintas sektor, serta sentuhan kemanusiaan agar masyarakat dapat segera bangkit dari dampak banjir.
