Lapas Kelas IIA Lahat Resmikan Program Pembinaan Berbasis Pesantren, Gandeng Ponpes Fatahillah
Lapas Kelas IIA Lahat resmi meluncurkan Pembinaan Berbasis Pesantren bersama Ponpes Fatahillah, menghadirkan bimbingan rohani, tahfiz, dan kajian keagamaan untuk memperkuat pembinaan moral warga binaan. Foto:Ist--
Lahat, SUMATERAEKSPRES.ID — Lapas Kelas IIA Lahat resmi meluncurkan Program Pembinaan Berbasis Pesantren sebagai langkah memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui pendekatan spiritual.
Inisiatif ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Lahat dan Pondok Pesantren Fatahillah, Senin (24/11), yang berlangsung di aula utama Lapas.
Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, yang menekankan pentingnya penguatan pembinaan rohani di seluruh Lapas dan Rutan.
Fokusnya adalah membangun mental, moral, dan spiritual warga binaan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Benarkah Karbohidrat Membuat Gemuk? Ini Fakta dan Mitos yang Perlu Anda Ketahui
BACA JUGA:Dorong Ekonomi Kreatif-Kerajinan Tembus Ekspor, Pengurus Dekranasda OKU Timur Dilantik
Melalui program ini, Lapas Lahat menghadirkan wadah pembelajaran agama yang lebih komprehensif.
Warga binaan akan mengikuti kegiatan tahfiz, kajian kitab kuning, pendidikan akhlak, serta berbagai bimbingan keagamaan yang dipandu langsung oleh ustaz dan tenaga pendidik dari Ponpes Fatahillah.
Kepala Lapas Kelas IIA Lahat, Reza Meidiansyah Purnama, menekankan bahwa kehadiran program ini bukan sekadar pelaksanaan rutinitas keagamaan, tetapi upaya serius untuk memulihkan martabat para warga binaan dan mengarahkan mereka pada kehidupan yang lebih baik.
BACA JUGA:Jadi Tour Guide Muara Enim, Ini Deretan Tugasnya!
BACA JUGA:Jamin Proses Rekrutmen Bintara Brimob ‘BETAH’
“Pembinaan ini bukan hanya rutinitas, melainkan jalan ikhtiar bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, menemukan harapan baru, dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang bermoral, bertanggung jawab, dan bermanfaat,” ujar Reza.
Ia menambahkan, pembinaan berbasis pesantren merupakan bagian dari semangat transformasi pemasyarakatan yang menekankan pendekatan humanis dan restoratif.
Program ini dijalankan secara bertahap dan berkesinambungan, memastikan setiap warga binaan mendapat kesempatan untuk tumbuh secara spiritual dan emosional.
