Prabumulih Terima 16 Dokter Internship, Perkuat Layanan Kesehatan Daerah
Pemerintah Kota Prabumulih secara resmi menerima 16 dokter muda melalui Program Internship Dokter Indonesia (PIDI).-Foto: IST-
PRABUMULIH, SUMATERAEKSPRES.ID – Sebagai upaya menjawab tantangan kekurangan tenaga medis, Pemerintah Kota Prabumulih secara resmi menerima 16 dokter muda melalui Program Internship Dokter Indonesia (PIDI).
Seremoni penerimaan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Wali Kota Prabumulih, Selasa (2/9), dengan kehadiran jajaran pemerintah daerah serta Dinas Kesehatan setempat.
Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran dokter internship dalam memperkuat pelayanan kesehatan, khususnya di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit daerah.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada para dokter muda yang akan bertugas selama setahun penuh di Prabumulih.
BACA JUGA:Polres Lahat Gagalkan Rencana Serangan Anarkis, Belasan Pemuda Diamankan
BACA JUGA:Satu Dekade J&T Express: Perluas Jaringan, Perkuat UMKM, dan Dorong Transformasi Sosial
“Kehadiran kalian semua sangat berarti. Pemerintah Kota berharap program ini dapat menjadi solusi nyata atas kekurangan tenaga medis, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” ungkap Franky.
Para dokter internship akan ditempatkan di tiga fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), yakni RS AR Bunda Prabumulih, UPTD Puskesmas Tanjung Raman, dan UPTD Puskesmas Gunung Kemala.
Sistem penugasan dilakukan secara rotasi—enam bulan pertama di rumah sakit dan enam bulan selanjutnya di puskesmas—guna memperkaya pengalaman praktik para dokter baru dalam berbagai kondisi pelayanan.
BACA JUGA:Polisi dan TNI Gelar Patroli dan Penyekatan di Tugumulyo, Kamtibmas Tetap Kondusif
BACA JUGA:Mobil Hybrid vs Mobil Listrik: Mana yang Lebih Layak Dipilih di Tahun 2025?
Dukungan Pemerintah Pusat
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, Djoko Listyano, menjelaskan bahwa penempatan 16 dokter ini merupakan bagian dari kebijakan nasional Kementerian Kesehatan RI untuk memperkuat sistem layanan kesehatan di daerah yang mengalami keterbatasan tenaga medis.
“Program ini menjadi bantuan strategis dari pemerintah pusat. Kami memang masih kekurangan dokter umum, terutama di puskesmas-puskesmas. Kehadiran dokter internship sangat membantu menutup kekosongan tersebut,” ujar Djoko.
Ia berharap para dokter muda mampu memberikan kontribusi nyata, baik dari sisi kualitas medis maupun pelayanan kepada pasien.
