Tinggalkan Gorengan, Sambut Rasa Baru: 5 Teknik Masak Sehat yang Disarankan Ahli Gizi
Tinggalkan Gorengan, Sambut Rasa Baru: 5 Teknik Masak Sehat yang Disarankan Ahli Gizi-Foto: Freepik-
SUMATERAEKSPRES.ID – Siapa yang bisa menolak gorengan? Renyah di luar, gurih di dalam—tak heran jika makanan ini menjadi teman setia masyarakat Indonesia, dari pagi hingga malam.
Namun di balik kelezatannya, gorengan menyimpan bahaya tersembunyi bagi tubuh.
Ahli gizi klinis, dr. Lisa Maulina, M.Gizi, mengingatkan bahwa terlalu sering mengonsumsi gorengan dapat memicu berbagai penyakit kronis, mulai dari kolesterol tinggi, obesitas, hingga penyakit jantung.
Kandungan lemak trans dan jenuh yang tinggi dari minyak panas menjadi dalang utama naiknya kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.
BACA JUGA:Terungkap! Menu 'Sayur' di Warteg Ini Ternyata Mengandung Lemak Jahat Setara Tiga Potong Gorengan
Namun kabar baiknya, menikmati makanan lezat tak harus selalu lewat jalan “gorengan”. Dr. Lisa menawarkan solusi cerdas dan sehat: mengganti teknik memasak. Beberapa teknik alternatif ini tak hanya mengurangi lemak, tapi juga mampu menghadirkan cita rasa baru yang justru lebih kaya dan alami.
Berikut lima teknik memasak sehat pengganti menggoreng yang direkomendasikan oleh dr. Lisa:
1. Panggang (Roasting): Cita Rasa Karamel Alami
Memanggang adalah teknik menggunakan panas kering dalam oven. Selain membuat makanan renyah di luar, proses ini juga memunculkan rasa karamel alami dari bahan makanan.
BACA JUGA:Heboh Uang Palsu Beredar di Dekat Mapolda Sumsel, Pedagang Gorengan Jadi Korban
BACA JUGA:Pedagang Gorengan dan Siomay di Palembang Ditabrak Mobil Saat Jualan Pagi Hari
“Roasting cocok untuk sayuran, ayam, dan ikan. Rasa umami-nya justru lebih kuat daripada digoreng,” jelas dr. Lisa.
Tambahkan sedikit minyak zaitun dan taburan rempah seperti rosemary atau thyme untuk aroma yang menggoda.
2. Tumis Ringan (Sauteing): Sedikit Minyak, Banyak Rasa
Berbeda dengan menggoreng, teknik menumis hanya membutuhkan sedikit minyak—bahkan bisa diganti dengan air atau kaldu rendah natrium.
