Lahan Pinggiran Tol Mulai Rawan Terbakar, Sudah 6 Daerah di Sumsel Status Siaga Karhutla
lahan pinggiran tol rawan terbakar di Sumatera Selatan 2025-foto: ist-
OGAN ILIR, SUMATERAEKSPRES.ID - Pada kondisi panas menyengat, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) meningkat. Terbaru, karhutla di lahan pinggir jalan Tol Palindra Km 16, wilayah Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir, 15 Juni 2025 lalu.
Lahan di pinggiran sepanjang jalan tol menjadi salah satu yang rawan terjadinya karhutla. Daerah itu merupakan lahan mineral gambut dengan vegetasi semak belukar, ilalang dan gelam. Ini kejadian karhutla kesekian kalinya di wilayah Ogan Ilir.
“Belum diketahui siapa pemilik lahan dan penyebab terbakarnya,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat.
Karhutla itu baru bisa dipadamkan sekitar dua jam kemudian. Luas yang terbakar sekitar 1 hektare. Salah satu bahaya terjadinya kebakaran lahan di pinggir jalan tol, asapnya yang mengganggu pengendara.
Hingga saat ini, total luas lahan yang terbakar di Ogan Ilir mencapai 9,95 hektare. Sebarannya, karhutla di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat. Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan. Desa Palemraya, Sungai Rambutan dan Parit Kecamatan Indralaya Utara serta Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya.
BACA JUGA:BPBD OKU Imbau Waspada Karhutla di Musim Kemarau, Bantuan Air Bersih Mulai Disalurkan
Untuk yang Desa Muara Baru, karhutla terjadi 30 Mei lalu. Juga dekat dengan jalan Tol Palindra. Lahan yang terbakar berupa semak belukar kering yang memang rentan terbakar. Sebelumnya, 14 Mei, sudah lebih dulu terjadi kebakaran lahan tidur yang dekat dengan akses jalan Tol Palindra.
Tepatnya di Desa Palem Raya Kecamatan Indralaya Utara. Lahan yang terbakar luasnya sekitar 2 hektare. Jenis lahannya semi gambut, ditumbuhi vegetasi semak belukar, ilalang, purun dan pohon gelam. Menilik beberapa kasus karhutla itu, rata-rata terjadi sore dan malam hari.
Hingga saat ini, sudah enam daerah di Sumsel yang menetapkan status siaga karhutla. Terbaru, Kabupaten Muara Enim. Penetapan status siaga ini bentuk antisipasi dini menghadapi musim kemarau tahun ini. Apalagi, Muara Enim termasuk salah satu yang paling rawan.
"Kini sudah enam daerah yang siaga. Lima sebelumnya Banyuasin, Muba, OKI, Prabumulih dan PALI,” ungkap Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman.
Sekretaris BPBD OKI, Nova Triyussanto mengatakan,sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan terjadinya karhutla. Dua hari terakhir bahkan terjadi hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah OKI khususnya Kayuagung. Meski demikian, telah dilakukan peningkatan kewaspadaan dengan patroli mengecek kondisi gambut.
“Tetap waspada meskipun di OKI belum terjadi karhutla. Karena belajar dari ahun sebelumnya di OKI ini ada karhutla di penghujung puncak musim kemarau," katanya. Pengelola Jalan Tol Terpeka, Arief Yeri menambahkan, pihaknya telah menyiapkan empat truk tangki air yang dilengkapi dengan pompa air.
