Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Nilai Tukar Rupiah Melemah, DPR Dorong Pemerintah Perkuat Fiskal dan Pariwisata Domestik

Dolar AS (USD) terus mengalami pelemahan selama empat hari berturut-turut, menandai tren pelemahan terpanjang sejak September tahun lalu.-Foto: Freepik-

JAKARTA, SUMATERAEKSPRES.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan hingga menembus Rp17 ribu.

Pelemahan terhadap nilai tukar rupiah itu diduga diakibatkan ketegangan ekonomi global dan kebijakan tarif internasional yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump.

BACA JUGA:Komoditi Sumsel Belum Terimbas Gejolak Rupiah Terhadap Dolar, Kopi Masih Tinggi, Karet-Sawit Turun

BACA JUGA:Utang LN Bengkak, Ekonomi Bergejolak, Potensi Dampak Melemahnya Rupiah Terhadap Dolar AS

Kontrak rupiah pada Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri jeblok ke level Rp17.006 per dolar AS, atau turun 1,58 persen.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menegaskan, pemerintah harus melihat peluang besar untuk memperkuat pariwisata dalam negeri sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

"Biaya perjalanan ke luar negeri melonjak, dan ini saat yang tepat untuk mendorong pergeseran arus wisata ke destinasi lokal,” kata Novita.

Berdasarkan data Mastercard Economics Institute, 2023, wisatawan Indonesia menghabiskan rata-rata US$ 1.200 per perjalanan ke luar negeri. Dengan depresiasi rupiah yang terus berlanjut, angka tersebut berpotensi meningkat drastis. 

“Ini menjadi sinyal penting bahwa wisata domestik harus menjadi prioritas, bukan hanya sebagai alternatif, tapi sebagai pilihan utama,” tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu pun menegaskan, krisis bukan alasan untuk stagnasi. Menurutnya, sejarah menunjukkan krisis adalah ruang bagi lahirnya inovasi. 

“Pemerintah harus melihat ini sebagai momentum untuk memperkuat kebijakan fiskal, memberikan insentif bagi pengembangan destinasi lokal, serta menjaga kepercayaan investor di sektor pariwisata,” paparnya.

BACA JUGA:Dolar AS Menguat di Tengah Isu Tarif Otomotif dan Kebijakan The Fed

BACA JUGA: Bisakah Beli Dolar AS Lewat Aplikasi Livin’, Begini Caranya!

Dalam konteks visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kemandirian nasional, Novita menilai bahwa pariwisata tidak bisa lagi dianggap sebagai sektor pelengkap. Ia menekankan, pariwisata adalah jantung baru ekonomi Indonesia.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan