Kemiskinan Tinggi, Lahat Butuh Data Akurat
RAPAT: Wabup Lahat Widia Ningsih saat menghadiri rapat pelaksanaan GC DTSN, kemarin (12/3).-foto: agustriawan/sumeks-
Lahat, SUMATERAEKSPRES.ID – Memberantas kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Lahat, di bawah pimpinan Bupati Bursah Zarnubi dan Wakil Bupati Widia Ningsih, melaksanakan rapat pelaksanaan Ground Check Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (GC DTSEN) di Kabupaten Lahat, di Gedung Pertemuan Pemkab Lahat, Rabu, (12/3).
Hadir Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih SH MH, Asisten 1, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lahat, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lahat, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Kominfo, seluruh camat, Koordinator Kabupaten Program Keluarga Harapan (PKH), dan seluruh pendamping program PKH.
Kadinsos Lahat Ekman Mulyadi menyampaikan, DTSEN merupakan sebuah basis data tunggal yang mencakup kondisi sosial ekonomi individu dan keluarga di Indonesia, yang telah dipadankan dengan data kependudukan. Data ini digunakan untuk mendukung keterpaduan program pembangunan nasional dan sinergi antar kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah, guna mencapai tujuan pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
Dedi Fahlevi, Kepala BPS Kabupaten Lahat mengungkapkan, data hasil dari ground check ini akan menjadi pedoman bagi Kemensos dalam penyaluran bansos. "Kami berharap, dengan adanya DTSEN, akurasi penyaluran bansos akan meningkat sehingga tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran," kata Dedi.
BACA JUGA:Kejar Angka Kemiskinan Ekstrem 0 Persen, Mitigasi dengan Program Bansos
Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih menyampaikan, DTSEN akan menjadi satu-satunya acuan yang digunakan oleh seluruh program pemerintah pusat maupun daerah dalam menentukan arah kebijakan dan pengalokasian anggaran.
“Saat ini, seluruh pendamping sosial PKH sedang melaksanakan ground check DTSEN yang ditargetkan selesai hingga 31 Maret 2025,” katanya. Ini membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah dan BPS untuk pendampingan serta monitoring yang intensif.
Berdasarkan data yang ada, angka kemiskinan di Kabupaten Lahat saat ini mencapai 14,14%, yang berarti ada sekitar 60.000 jiwa yang hidup di bawah garis kemiskinan. Wakil Bupati berharap agar dengan adanya DTSEN, angka kemiskinan bisa ditekan, dengan target menurunkan angka kemiskinan menjadi 12% atau lebih rendah lagi.
"Dengan koordinasi yang baik dan sinergi antara semua pihak, kita dapat bersama-sama mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Lahat. Jika kita berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 60.000 menjadi 50.000, maka angka kemiskinan bisa turun dari 14,14% menjadi 12%. Ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Widia Ningsih.
