PLN UIP Sumbagsel Sukseskan Peresmian 37 Proyek Strategis Kelistrikan Menuju Kemandirian Energi

PLN UIP Sumbagsel turut serta menyukseskan kegiatan peresmian 37 proyek strategis kelistrikan oleh Presiden Prabowo. Foto:Andika/Sumateraekspres.id--
BACA JUGA:Hujan Ekstrem Rendam Desa Kerta Jaya, BPBD Muba Gerak Cepat Tangani Banjir dan Longsor
BACA JUGA:Liga Champions: Liverpool Melawan Lille, Akankah Posisi Puncak Tetap Aman?
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi terhadap upaya keras berbagai pihak yang terlibat dalam proyek ini.
Dia menekankan pentingnya pasokan energi yang besar untuk kemajuan Indonesia sebagai negara industri.
“Untuk menjadi bangsa yang maju, kita membutuhkan pasokan energi yang optimal agar semua kebutuhan energi dapat dipenuhi.
Dengan itu, kita bisa mempercepat transformasi bangsa menuju kemajuan yang lebih merata,” ujar Presiden Prabowo.
BACA JUGA:Liga Champions: Liverpool Melawan Lille, Akankah Posisi Puncak Tetap Aman?
BACA JUGA:Keajaiban Salat Tahajud: Menemukan Kedamaian Jiwa dan Keberkahan Hidup di Sepertiga Malam
Prabowo juga optimis Indonesia akan mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dan mempercepat industrialisasi serta hilirisasi sumber daya alam.
"Indonesia harus mampu mengelola sumber daya alam secara mandiri tanpa bergantung pada negara lain," tegasnya.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa total kapasitas listrik eksisting di Indonesia saat ini adalah 101 GW, dengan 15-16% di antaranya berasal dari energi baru terbarukan (EBT).
BACA JUGA:Bocah Bongkar Kotak Amal Mushola Saat Jamaah Sholat, Aksi Terekam CCTV dan Viral di Medsos
BACA JUGA:Cuaca Palembang Hari Ini: Mendung dan Hujan Ringan Hingga Malam Dominasi dengan Suhu 23-30 Derajat
Target pemerintah untuk tahun 2025 adalah mencapai 23% kontribusi energi terbarukan, yang saat ini masih mengalami defisit sebesar 8 GW.
Sementara itu, Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menjelaskan bahwa proyek kelistrikan ini mencakup 26 pembangkit dan 11 proyek gardu induk serta transmisi yang tersebar di 18 provinsi.