Kinerja Industri Pengolahan Tetap Ekspansif di Triwulan IV 2024, Positif pada Triwulan I 2025

Kinerja Industri Pengolahan Tetap Ekspansif di Triwulan IV 2024, Positif pada Triwulan I 2025-Foto: Bank Indonesia-
JAKARTA, SUMATERAEKSPRES.ID - Kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada triwulan IV 2024 menunjukkan perkembangan positif dengan tetap berada dalam fase ekspansi. Hal ini tercermin dari nilai Purchasing Managers' Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang tercatat pada angka 51,58%.
Angka ini menunjukkan bahwa sektor ini tumbuh di atas ambang batas 50%, yang mengindikasikan optimisme pasar dan pertumbuhan produksi yang stabil.
Beberapa komponen utama dalam PMI-BI yang menunjukkan tren ekspansif mencakup Volume Persediaan Barang Jadi, Volume Total Pesanan, Volume Produksi, dan Penerimaan Barang Pesanan Input.
Semua indikator ini memperlihatkan kinerja yang kuat di sektor industri pengolahan pada periode ini.
BACA JUGA:PAD Lahat Diprediksi Meningkat di 2025 Meski Pembebasan BPHTB dan Retribusi PBG Dihapuskan
BACA JUGA:BYOND by BSI Catat 3 Juta Pengguna Aktif Dua Bulan Pasca Peluncuran
Berdasarkan analisis terhadap sub-lapangan usaha (Sub-LU), mayoritas sektor industri ini juga berada pada fase ekspansi.
Sub-LU yang mendominasi antara lain Industri Furnitur, Industri Mesin dan Perlengkapan, serta Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, yang semuanya berkontribusi terhadap kenaikan indeks PMI-BI pada triwulan IV 2024.
Hal ini sejalan dengan data yang dipaparkan dalam Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) oleh Bank Indonesia yang mencatatkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 0,93%, mengindikasikan pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor industri pengolahan.
Melihat prospek ke depan, pada triwulan I 2025, sektor industri pengolahan diperkirakan akan melanjutkan ekspansinya. PMI-BI diprediksi akan meningkat sedikit menjadi 51,97%, yang mengindikasikan bahwa sektor ini akan terus berkembang.
BACA JUGA:Saitama Jadi Target Fubuki: Kepemimpinan dan Politik di Balik Rekrutmen One Punch Man
Berdasarkan komponen pembentuknya, hampir seluruh indikator diprediksi tetap berada dalam fase ekspansi, dengan Volume Persediaan Barang Jadi, Volume Total Pesanan, dan Volume Produksi sebagai komponen utama yang menunjukkan kenaikan.
Satu-satunya komponen yang diperkirakan masih dalam fase kontraksi adalah Jumlah Tenaga Kerja, meskipun ada tanda-tanda pemulihan.