Mendikdasmen Tegaskan Belajar Tetap Tatap Muka, Batal Secara Daring
INTERAKSI SOSIAL: Keceriaan para pelajar di salah satu SD negeri di Palembang saat bermain, wujud interaksi sosial memreka di sekolah, beberapa waktu lalu.-FOTO: BUDIMAN/SUMEKS-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID -Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pembelajaran di sekolah tetap tatap muka seperti biasa.
Penegasan itu disampaikan Mendikdasmen, Abdul Mu'ti. Mengklarifikasi isu kalau pemerintah akan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran dalam jaringan (daring) sebagai salah satu opsi mengatasi dampak krisis energi atas konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Siswa Sekolah Daring April 2026, Guru PNS PPPK Bakal Kerja Fleksibel, Begini Skemanya
BACA JUGA:Ikutan Repot Dampingi Anak Daring
“Pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa," ujar Mu’ti.. Dia menjelaskan, akademik dan penguatan pendidikan karakter jadi pertimbangan lahirnya keputusan tersebut. Keputusan tersebut juga merupakan hasil rapat lintas kementerian dan akan ditindaklanjuti melalui surat edaran.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno pernah menyatakan pemerintah mempertimbangkan pembelajaran Hybrid yaitu gabungan daring dan luring di sekolah dan kampus. Namun, Pratikno kemudian mengklarifikasi hal itu.
Dia menyampaikan pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag. Dia menjelaskan, akademik dan penguatan pendidikan karakter jadi pertimbangan lahirnya keputusan tersebut.
Keputusan tersebut juga merupakan hasil rapat lintas kementerian dan akan ditindaklanjuti melalui surat edaran. "Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam Surat Edaran Menteri Dikdasmen," jelasnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim, memastikan tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa yang dilakukan secara online atau daring.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Disdikbud Muara Enim Harson Sunarni SAP MSi melalui Sekretaris Abi Nurwardani MO.
Menurutnya, kegiatan belajar siswa akan tetap dilakukan seperti biasa mulai 30 Maret 2026
. "Untuk saat ini belum diperlukan sekolah daring, jadi siswa tetap masuk seperti biasa," ujar Abi. Menurut dia, metode pembelajaran daring sebenarnya unggul dalam kemudahan akses materi dan efisiensi biaya.
"Namun, sering terkendala stabilitas internet, kurangnya interaksi sosial, serta potensi jenuh atau penurunan motivasi siswa," jelasnya. Abi mengatakan, pembelajaran daring juga bisa berdampak mempengaruhi kognitif, afektif dan psikomotorik siswa.
