Modal Utama Kerja di Luar Negeri: Berani dan Bisa Bahasa Inggris
Penulis saat melakukan pengabdian masyarakat masyarakat di Singapura-Foto: ist-
Oleh: Ahmad Zaidi M.A.D
Dosen Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang
Iklan Google/Link Sponsor
SUMATERA EKSPRES.ID-Banyak warga negara Indonesia bermimpi bekerja di luar negeri demi masa depan keluarga yang lebih baik. Harapannya sederhana: gaji lebih besar, tabungan bertambah, anak bisa sekolah lebih tinggi, dan kehidupan jadi lebih layak.
Negara seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, hingga beberapa negara Timur Tengah masih menjadi tujuan favorit. Namun ada satu hal penting yang sering dianggap sepele sebelum berangkat: kemampuan bahasa Inggris.
Sebagian orang berpikir, yang penting berani dulu. Soal bahasa nanti bisa belajar sambil jalan. Kenyataannya, tidak semudah itu.
Di negara tujuan, bahasa Inggris sering menjadi bahasa utama untuk berbicara dengan majikan, atasan, rekan kerja, bahkan saat berbelanja atau berobat.
BACA JUGA:Penutupan KKN UMAD Palembang, 128 Mahasiswa Rampungkan Pengabdian di Desa Sungai Pinang
Jika tidak paham apa yang diperintahkan, pekerjaan bisa salah. Jika tidak bisa menjelaskan masalah, persoalan bisa makin rumit.
Berdasarkan pengalaman pengabdian yang kami lakukan kepada pekerja domestik asal Indonesia di Singapura yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di bawah Perusahaan Newman SRE, banyak dari mereka mengaku kesulitan memahami percakapan sehari-hari.
Bukan hanya karena kurang kosakata, tetapi juga karena cara bicara orang setempat yang cepat dan bercampur dengan bahasa lain. Akibatnya, mereka sering memilih diam karena takut salah bicara.
Padahal, diam tidak selalu menyelesaikan masalah. Kadang justru membuat majikan mengira kita tidak peduli atau tidak mau belajar.
BACA JUGA:UMAD Palembang Gelar Sosialisasi Dukungan Sosial Kesehatan Jiwa untuk Remaja SMK 3 Muhammadiyah
