Kenalkan Sereh Wangi sebagai Antiseptik Alami
PENGABDIAN MASYARAKAT: Tim dosen dan mahasiswa jurusan Farmasi Fakultas MIPA Unsri foto bersama pengurus dan santri Ponpes Tadabbur Alquran di Kecamatan Sako, Palembang di sela kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).-Foto : Ist-
PKM Tim Dosen Jurusan Farmasi Unsri di Pesantren Tadabbur Alquran Sako
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Kesehatan kulit merupakan isu yang sering luput dari perhatian di lingkungan hunian komunal seperti pesantren. Rutinitas padat, fasilitas sanitasi bersama, serta kebiasaan saling berbagi barang pribadi membuat santri rentan mengalami iritasi, gatal, maupun infeksi kulit.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga dapat memengaruhi kualitas belajar dan aktivitas keagamaan mereka sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, tim dosen dari Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Berlokasi di Pesantren Tadabbur Alquran, Kecamatan Sako, Palembang.
PKM ini dipimpin Dr apt Shaum Shiyan SFarm MSc. Anggotanya, apt Muhammad Andry SFarm MFarm, apt Cindy Marseli MClin Pharm, apt Nurfitriyana SFarm MFarm, dan apt Rafiqah Nur Viviani MSFarm. Tim dosen ini dibantu para mahasiswa. Mereka, Ajmi Lisifa, Alfiyah Zaakiroh, Cindy Aprilia Armadi, Hilya Nazila Suada, Nyayu Fadilah, Putri Adila Agustina, Rahma Yulianti, Rizka Fazri Lestari, Salsa Hani Alifah, dan Shakira Indah Permata.
"Pada pengabdian ini, kami memberi penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Sekaligus melatih santri untuk memanfaatkan sereh wangi sebagai antiseptik alami," ujar Dr apt Shaum Shiyan SFarm MSc. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, tim melaksanakan penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Sekaligus memperkenalkan pemanfaatan sereh wangi sebagai antiseptik alami.
BACA JUGA:Terlalu Sering Berkumur dengan Obat Antiseptik Bikin Mulut Cepat Kering
BACA JUGA:Fk Unsri gelar pelatihan tanggap darurat perdarahan di Seberang Ulu I
"Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan serbuk mandi berbasis minyak atsiri sereh wangi, yang dirancang sederhana. Agar dapat direplikasi oleh santri maupun pengelola pesantren secara mandiri," jelasnya.
Program ini tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menumbuhkan kapasitas dan kemandirian santri. Dengan memanfaatkan tanaman lokal yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan pesantren, kegiatan ini mengubah pengetahuan menjadi praktik nyata. Bahwa kesehatan dapat dikelola melalui solusi sederhana, murah, alami, dan berkelanjutan.
Selain berfungsi sebagai pencegahan penyakit kulit, inovasi berbasis sereh wangi juga membuka ruang bagi pemberdayaan masyarakat dan diversifikasi produk herbal. "Model pemanfaatan bahan alam ini dapat direplikasi di komunitas lain. Sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan produk kesehatan berbasis kearifan lokal.
Program pengabdian ini menghasilkan luaran berupa edukasi kesehatan, publikasi ilmiah dan media. Serta contoh formula produk sederhana yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pesantren maupun masyarakat sebagai upaya peningkatan kualitas hidup," jelas dia. Disebutkannya, PKM ini terwujud berkat dukungan anggaran dari Universitas Sriwijaya, sesuai SK Rektor Nomor 0014/UN9/SKLPPMPM/2025 tanggal 17 September 2025.
